Balihotnews.com | DENPASAR – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bali mulai memanaskan mesin partai menyongsong Pemilu Serentak 2029. Di bawah komando Ahmad Iman Sukri, PKB Bali tancap gas menata struktur kepengurusan sedini mungkin demi meraup target 10 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-Bali.
Selain target di tingkat kabupaten/kota, partai berlambang bola dunia ini juga membidik 1 kursi DPRD Provinsi Bali dan optimis mengembalikan kejayaan masa lampau dengan meloloskan 1 kadernya ke Senayan (DPR RI).
”Kalau DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, target realistis kita sekitar 10 kursi. Rinciannya, Jembrana kita incar tambah jadi 2 kursi, Buleleng tambah 1 jadi 4 kursi. Sisanya Denpasar, Badung, Klungkung, Gianyar, dan Karangasem masing-masing 1 kursi,” beber Ketua DPW PKB Bali, Ahmad Iman Sukri saat ditemui di Denpasar, Kamis (7/5/2026).
Politisi kelahiran Melaya, Kabupaten Jembrana ini mengaku sangat percaya diri dengan hitung-hitungan politik tersebut.
”Sepuluh kursi saya optimis. Enggak muluk-muluk, enggak ngawu-ngawu (asal-asalan, red). Termasuk Provinsi 1 kursi, dan RI 1 kursi,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI ini.
Untuk merealisasikan target tersebut, PKB Bali akan memaksimalkan ceruk suara di basis utama mereka, yakni Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Selain itu, potensi suara di Denpasar dan kabupaten lain yang selama ini menyebar juga akan digarap lebih serius.
Apalagi, menurutnya PKB memiliki sejarah manis di Pulau Dewata. Pada Pemilu 1999 silam, partai ini sukses meloloskan satu kadernya ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali.
Strategi besarnya, kata Iman Sukri, adalah menjadikan PKB sebagai ‘rumah’ bagi semua golongan. Hal ini sejalan dengan cita-cita sang pendiri partai, mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yakni menjaga keutuhan bangsa dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
”Strateginya menjadikan PKB rumah bagi orang Bali, baik warga asli maupun pendatang. Tugas kita menjaga Indonesia tetap utuh, menjaga agar pemerintah tidak zalim, serta memperjuangkan keadilan dan pendidikan,” ungkapnya.
Belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya, PKB Bali kini jauh lebih matang dalam hal persiapan teknis. Sepanjang tahun 2026, partai fokus merampungkan penyegaran struktur dari tingkat DPW, DPC, PAC, hingga Ranting. Langkah ini sekaligus sebagai amunisi awal menghadapi tahapan verifikasi faktual.
”Tahun 2027 urusan struktur di Bali sudah harus selesai, sehingga kita punya waktu longgar. Nanti di 2027 kita juga sudah mulai rekrutmen caleg dan melakukan pencalegan dini, sampai pas Pemilu 2029 kita sudah siap semua,” urainya.
Menariknya, pergerakan masif dan penataan awal PKB Bali ini rupanya mulai memikat sejumlah figur berpengaruh. Iman Sukri membocorkan bahwa saat ini sudah ada sembilan tokoh lokal yang intens berkomunikasi dan menyatakan minat bergabung.
”Sudah ada 9 tokoh yang bertemu saya dan berminat maju legislatif di Bali lewat PKB. Cuma mohon maaf, saat ini saya belum bisa membocorkan nama-namanya,” pungkasnya memberi teka-teki.*** (dre)








