Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen, BI Sebut Bali Layak Jadi Teladan Nasional

Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Rudi Brando (kiri) bersama Sekda Provinsi Bali I Dewa Made Indra dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani saat penutupan Bali Jagaditha VII 2026 di Mall Bali Galeria, Badung, Minggu (7/6/2026). (Balihotnews/Ist)
Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Rudi Brando (kiri) bersama Sekda Provinsi Bali I Dewa Made Indra dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani saat penutupan Bali Jagaditha VII 2026 di Mall Bali Galeria, Badung, Minggu (7/6/2026). (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | BADUNG – Bank Indonesia menilai Provinsi Bali sangat layak menjadi model atau teladan nasional dalam menjaga ritme pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus mempertahankan stabilitas harga domestik.

​Catatan makroekonomi Pulau Dewata menunjukkan performa impresif. Pada triwulan I Tahun 2026, ekonomi Bali tumbuh meyakinkan di angka 5,6 persen, sementara tingkat inflasi tetap jinak dan terkendali pada level 2,99 persen.

​Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudi Brando, bahkan mengibaratkan keberhasilan pembangunan ekonomi Bali seperti narasi dalam film populer Eat Pray Love.

​”Elemen ‘Eat‘ menggambarkan perputaran ekonomi yang berjalan sangat baik melalui kuliner dan pariwisata. Pertumbuhan ekonomi Bali tinggi dan inflasinya terjaga. Bali patut menjadi teladan,” ujar Rudi dalam acara penutupan (closing ceremony) Bali Jagaditha VII Tahun 2026 di Atrium Mall Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026).

​Sementara itu, filosofi ‘pray‘ dinilai mencerminkan keseimbangan antara materi ekonomi dan kesejahteraan spiritual masyarakat. Adapun ‘love’ merepresentasikan kuatnya sinergi kolaboratif antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, parlemen, pelaku usaha, hingga komunitas internasional.

Berita Terkait:  KI Bali Visitasi PPID Bangli Dorong Desa dan Kelurahan Raih Predikat Informatif

​Rudi menegaskan, tantangan ekonomi ke depan membutuhkan pelibatan jaringan global yang lebih luas. “Sinergi yang baik, termasuk dukungan para konsul dan duta besar negara sahabat, akan menghasilkan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

​Capaian Riil Investasi dan UMKM

​Keberhasilan makroekonomi Bali tersebut berkelindan erat dengan realisasi program di lapangan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bali Jagaditha VII yang mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM ke dalam satu ekosistem terpadu.

​Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, memaparkan bahwa agenda tahun ini mengusung tema Bhumi Parahita. Tema ini mengakar pada konsep pembangunan ekonomi hijau serta penguatan kebudayaan lokal yang menjadi prioritas nasional.

​Selama tiga hari penyelenggaraan, Bali Jagaditha VII berhasil mencatatkan dampak ekonomi riil yang signifikan:

​Sektor Pariwisata: Melalui ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, sebanyak 407 pembeli (buyer) dari 44 negara dipertemukan dengan 208 penjual (seller) lokal. Forum ini sukses menjaring potensi kesepakatan bisnis bernilai fantastis, yakni Rp 6,9 triliun.

Berita Terkait:  Hobi Jadi Cuan, Ini 9+ Ide Usaha Kerajinan Tangan Minim Modal yang Menjanjikan

​Sektor Investasi: Bali Investment Forum 2026 mempertemukan 21 pemilik proyek strategis di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional serta para duta besar.

​Sektor UMKM: Mencatatkan potensi ekspor mencapai Rp 23,03 miliar. Selain itu, pameran fisik berhasil menyedot sekitar 60.000 pengunjung dengan nilai transaksi langsung di lokasi mencapai Rp 1,9 miliar.

​Ke depan, skala Bali Jagaditha diproyeksikan terus memperluas cakupan sektornya. Bank Indonesia berencana membidik sektor strategis masa depan seperti energi terbarukan, percepatan infrastruktur, hingga tata kelola pengolahan sampah.

​”Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sekaligus memberikan manfaat konkret bagi kepentingan daerah dan nasional,” tutur Achris.

​Apresiasi Pemprov Bali dan Rekor MURI

​Konsistensi pelaksanaan acara yang telah memasuki tahun ketujuh ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Bali.

​Sekretaris Daerah Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, mengaku bangga melihat perkembangan skala acara yang kian meluas dari tahun ke tahun.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

​”Jika kita mengikuti sejak penyelenggaraan pertama, kegiatan ini terus berkembang. Pemangku kepentingan yang terlibat juga semakin banyak. Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya,” kata Dewa Indra.

​Penutupan Bali Jagaditha VII juga diwarnai dengan pencapaian kultural lewat penyerahan piagam rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor ini diraih atas kategori pembuatan tote bag bermotif lukis Endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak.

​Selain pemecahan rekor, momentum penutupan diisi dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) kemitraan antara investor dan UMKM lokal, perjanjian pengembangan keuangan daerah antara BI dan Pemprov Bali, serta penyerahan katalog investasi Bali–Nusa Tenggara.

​Sejumlah diplomat tinggi turut hadir menyaksikan penguatan ekonomi Bali ini, di antaranya Duta Besar Pakistan, Duta Besar Bahrain, Duta Besar Oman, dan Duta Besar Armenia. Kehadiran para utusan asing ini menegaskan posisi tawar Bali yang masih menjadi magnet investasi berkelanjutan di mata internasional.*** (dre)

Berita Terkini