Menperin Optimistis Produk Fashion Berbahan Goni Tembus Pasar Ekspor

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji optimistis produk fashion berbahan baku goni mampu menembus pasar ekspor.

Balihotnews.com l DENPASAR- Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji optimistis produk fashion berbahan baku goni mampu menembus pasar ekspor. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Balai Pemberdayaan Industri Fashion dan Kerajinan, Selasa (26/10/2026) di Denpasar..

Dalam kunjungannya di Denpasar, Menperin menyaksikan langsung proses pemberdayaan, pelatihan, pendekatan komunitas, sosialisasi kebijakan, hingga restrukturisasi mesin bagi pelaku UMKM. Ia menilai produk yang dihasilkan sangat fashionable, terlebih dipadukan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat global.

“Ada kualitas yang sangat bagus yang berbahan baku goni. Goni itu dulu, Bapak saya cerita pada tahun 60-an adalah simbol kemiskinan. Tetapi hari ini goni bukan lagi simbol kemiskinan. Di tangan anak-anak muda yang kreatif, goni menjadi simbol fashion dengan kualitas tinggi dipadukan dengan isu lingkungan hidup,” ujarnya.

Berita Terkait:  Terungkap! Pelaku Curanmor di Sanur Diduga Gasak Dua Sepeda Motor

Menperin menyebut transformasi tersebut sebagai sebuah lompatan, dan pemerintah memfasilitasi dengan baik tumbuhnya industri kreatif berbasis fashion dan kerajinan. Ia juga menyoroti pemanfaatan kain limbah yang diolah menjadi produk berkualitas tinggi.

Terkait pemasaran, Menperin optimistis kendala tidak akan banyak terjadi jika produk masuk ke komunitas yang peduli isu lingkungan dan kesehatan. Menurutnya, isu tersebut kini menjadi perhatian bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia.

“Produk berbasis alam di Indonesia barangkali belum terlalu tinggi minatnya, tetapi di luar negeri sudah sangat tinggi. Itu terbuka juga untuk peluang ekspor ke berbagai negara,” katanya.

Di era digital, lanjut Menperin, pemasaran produk menjadi jauh lebih mudah. Produksi dari kampung sekalipun, kata dia, dapat dikenal hingga mancanegara berkat teknologi informasi. Ia juga menekankan keterbukaan pasar melalui koneksi dengan sektor pariwisata, misalnya untuk souvenir khas yang dapat dibawa ke luar negeri melalui International Trade Promotion Center (ITPC).

Berita Terkait:  Kemenpar Catat Perputaran Ekonomi dari Event Wisata Rp 45,9 Triliun 

“Bisa dikomunikasikan semua stakeholder dan saya yakin pasarnya sangat terbuka ke depan,” pungkas Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. (Bhn)

Berita Terkini