25 Tahun THK Awards, Panggung bagi Inovasi Pengrajin Sampah Desa Punggul 

Asesor THK Tourism Awards (kiri) dan patung Garuda karya I Gusti Nyoman Jelantik (kanan) yang akan dipamerkan di Discovery Kartika Plaza Hotel, Jumat (9/1/2026). Penganugerahan ini memadukan apresiasi pariwisata dengan promosi karya seniman lokal Desa Punggul. (Balihotnews/Ist).
Asesor THK Tourism Awards (kiri) dan patung Garuda karya I Gusti Nyoman Jelantik (kanan) yang akan dipamerkan di Discovery Kartika Plaza Hotel, Jumat (9/1/2026). Penganugerahan ini memadukan apresiasi pariwisata dengan promosi karya seniman lokal Desa Punggul. (Balihotnews/Ist).

Balihotnews.com | ​DENPASAR – Peringatan 25 tahun atau Jubileum Perak anugerah Tri Hita Karana (THK) Awards tahun ini membawa pesan keberlanjutan yang lebih konkret.

Tidak sekadar seremonial, ajang penghargaan bagi pelaku pariwisata ini menjadi jembatan strategis untuk mengintegrasikan produk olahan sampah karya pengrajin lokal ke dalam rantai pasok industri perhotelan di Bali.

Puncak penganugerahan THK Awards dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/1/2026) di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung.

Dalam momen istimewa ini, Yayasan Tri Hita Karana menggandeng pengrajin dari Desa Punggul, Kabupaten Badung, yang sukses mengembangkan inovasi pengolahan limbah menjadi karya bernilai ekonomi tinggi.

Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, mengungkapkan bahwa kreativitas pengrajin Bali dalam merespons isu lingkungan sangat luar biasa.

Di Desa Punggul, kata Wisnu, residu sampah diolah menjadi bubur kertas atau material padat, yang kemudian dicetak menjadi panel ukiran, patung Garuda Wisnu, hingga aneka kerajinan tangan (handicraft) artistik.

Berita Terkait:  Dari Sampah Menjadi Nilai Tambah, Pelindo Lanjutkan Program WISE di Ring 1 Pelabuhan Benoa 

Namun, Wisnu menyoroti adanya kesenjangan antara kemampuan produksi dan akses pasar. Inovasi teknologi tepat guna yang diciptakan warga masih minim dukungan, terutama dari sektor pariwisata yang semestinya bisa menjadi penyerap utama produk ramah lingkungan tersebut.

​”Pengrajin di Desa Punggul mampu menciptakan alat pengolah sampah mini untuk mengubah limbah menjadi karya seni. Tantangan terbesarnya saat ini adalah pemasaran, baik untuk mesin pengolah mikro maupun hasil produk kerajinannya,” ujar Wisnu saat ditemui di Denpasar, Senin (5/1/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Yayasan THK mendedikasikan area pameran khusus pada malam penganugerahan nanti.

Langkah ini diharapkan mampu membuka mata para manajer hotel dan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) peserta THK Awards untuk mulai mengadopsi teknologi pengolahan sampah skala mikro atau menggunakan produk dekorasi berbahan daur ulang.

Berita Terkait:  Hakim PN Denpasar Nyatakan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Tak Sah, Harus Langsung Bebas

Adopsi ini dinilai selaras dengan filosofi Palemahan (hubungan harmonis dengan lingkungan) yang menjadi inti penilaian THK Awards.

Tahun ini, antusiasme industri pariwisata tetap tinggi. Tercatat 70 hotel dan DTW yang tersebar dari Bali Barat hingga Bali Timur telah mengikuti proses asesmen ketat yang melibatkan 60 asesor. Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2000, program ini telah mengakreditasi lebih dari 500 properti di Pulau Dewata.

Menandai seperempat abad perjalanannya, Yayasan THK akan memberikan penghargaan khusus Lifetime Achievement kepada 13 penerima. Penghargaan ini didedikasikan bagi hotel, kawasan pariwisata, dan DTW yang konsisten menerapkan prinsip Tri Hita Karana tanpa putus selama bertahun-tahun.

​”Capaian ini kami harapkan dapat mendongkrak standar kualitas pariwisata Bali, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman, terutama terkait aspek keselamatan dan kesehatan,” tambah Wisnu.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

Guna memperkuat aspek kesehatan (Pawongan), Yayasan THK juga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Bali. Kerja sama ini membidik peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di sektor pariwisata.

Pada malam puncak nanti, penghargaan akan dibagi ke dalam empat kategori utama yakni:

​THK Awards (Lifetime Achievement); ​THK-PR Awards (Humas); ​THK Innovation Awards dan THK-CSR Awards.

Khusus kategori  THK CSR Awards, panitia akan memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta yang loyal menyalurkan dana tanggung jawab sosial.

“Bahkan, ada perusahaan perhotelan yang menyalurkan dana CSR hingga lebih dari setengah miliar rupiah dalam setahun. Komitmen seperti ini yang akan kami beri panggung kehormatan,” tandas Wisnu.*** (dre)

 

Berita Terkini