Di Hadapan Menpar, Cok Ace Harap Ketegasan Koster Jaga Roh Pariwisata Bali

Tokoh Puri Ubud Cok Ace (ujung kanan) mendampingi Menpar RI Widiyanti Putri Wardhana (tengah) dan Gubernur Bali Wayan Koster di Puri Agung Ubud, Kamis (1/1/2026). (Balihotnews/Ist)
Tokoh Puri Ubud Cok Ace (ujung kanan) mendampingi Menpar RI Widiyanti Putri Wardhana (tengah) dan Gubernur Bali Wayan Koster di Puri Agung Ubud, Kamis (1/1/2026). (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | ​GIANYAR – Tokoh Puri Agung Ubud sekaligus mantan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), menyampaikan aspirasi mendalam terkait masa depan pariwisata Pulau Dewata.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan pariwisata Bali tidak hanya bergantung pada angka kunjungan, melainkan pada ketegasan pemimpin daerah dalam menjaga “roh” kebudayaan.

Hal tersebut disampaikan Cok Ace saat menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster di Puri Agung Ubud, Gianyar, Kamis (1/1/2026).

Menurut Cok Ace, Puri Ubud yang telah berdiri sejak awal abad ke-18 merupakan saksi sejarah lahirnya pariwisata budaya yang diinisiasi oleh para pendahulunya, Tjokorda Raka Sukawati dan Tjokorda Gde Agung Sukawati. Agar warisan ini tetap lestari di tengah gempuran modernisasi, diperlukan regulasi yang kuat dan eksekusi yang konsisten.

Berita Terkait:  Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Megawati Minta Mitigasi Pesisir Tak Setengah-setengah

“Beliau (Wayan Koster) sangat berkonsentrasi menjaga budaya Bali. Kami berharap dengan kekuatan dan ketegasan beliau, pariwisata Bali yang berbasis budaya ini mampu bertahan hingga 100 tahun ke depan,” ujar Cok Ace di hadapan Menteri Pariwisata.

Pernyataan Cok Ace ini merespons dinamika pariwisata Bali tahun 2025 yang mencatatkan rekor sejarah baru. Berdasarkan data yang dipaparkan Gubernur Koster, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menembus angka 7,1 juta orang, melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.

Meski lonjakan kunjungan ini membantah isu “Bali Sepi”, tantangan menjaga kualitas dan taksu Bali menjadi semakin kompleks. Gubernur Koster menegaskan bahwa pariwisata Bali tidak boleh sekadar mengejar kuantitas, tetapi harus berkualitas dan bermartabat sesuai regulasi yang telah disusun.

Berita Terkait:  Jelang Putusan Praperadilan, Propam Mabes Polri Registrasi Aduan Kubu Eks Kepala BPN Bali

​”Data sudah membantah bahwa Bali tidak sepi, kedatangan wisman justru mencapai rekor tertinggi. Namun, fokus kita tetap pada pariwisata budaya yang berkualitas,” tegas Koster.

Merespons aspirasi tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat. Ia menyebut Bali sebagai prioritas utama dalam peta pariwisata nasional.

​”Bali adalah destinasi yang sangat penting. Bank Dunia (World Bank) bahkan telah melakukan kajian khusus mengenai isu-isu Bali dan bagaimana quality tourism bisa dibangun selaras dengan Perda Provinsi Bali,” ungkap Widiyanti.

Kunjungan ini diakhiri dengan tinjauan langsung ke kawasan Ubud. Ramainya aktivitas wisatawan di jantung kesenian Bali tersebut menjadi bukti bahwa pemulihan pariwisata telah berjalan, namun pekerjaan rumah untuk menjaga kelestarian budaya tetap menjadi prioritas utama para pemangku kebijakan.*** (dre)

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Dampingi Presiden RI V Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta Dorong Sinergi Tangani Pesisir

Berita Terkini