Balihotnews.com | JAKARTA — Timnas Indonesia sukses mengukir sejarah sebagai kampiun edisi perdana Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda terbang tinggi usai menundukkan Thailand lewat drama adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Kemenangan epik ini menjadi penutup duel sengit 120 menit yang sebelumnya berakhir imbang 2-2. Trofi bergengsi dan kucuran hadiah US$ 1 juta atau sekitar Rp 17,9 miliar pun sah bertahan di Tanah Air.
Euforia puluhan ribu suporter langsung pecah menyelimuti Senayan. Pesta kemenangan makin riuh saat Presiden RI Prabowo Subianto tak kuasa menahan kegembiraan hingga ikut berjoget di podium bersama para pemain dan ofisial.
Prabowo yang menonton langsung dari tribun VIP sejak awal, turun ke lapangan menyerahkan medali dan trofi juara. Ia didampingi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Drama Kartu Merah hingga Saling Balas Gol
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Indonesia langsung tampil agresif. Ancaman bertubi-tubi dari Mitchell Baker dan Ole Romeny sempat merepotkan, namun barisan pertahanan skuad ‘Gajah Perang’ tampil solid meredam serangan.
Kebuntuan baru pecah di penghujung babak kedua seiring tensi yang kian memanas. Thailand terpaksa bermain dengan 10 orang setelah Nicolas Mickelson diganjar kartu merah akibat melanggar keras Ole Romeny.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimaksimalkan dengan baik. Tendangan bebas Dean James di menit ke-84 sukses merobek gawang Thailand.
Namun, euforia itu hanya bertahan tiga menit. Thailand merespons cepat dan menyamakan kedudukan 1-1 lewat sepakan Iklas Sanron pada menit ke-87, memaksa laga berlanjut ke babak extra time.
Pembuktian Mental Juara di Titik Putih
Drama di atas lapangan hijau belum usai. Thailand secara mengejutkan berbalik unggul 2-1 di menit ke-110 lewat sontekan Peeradol Chamrasamee.
Di tengah tekanan waktu, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat. Gol krusialnya di menit ke-116 seusai memaksimalkan umpan matang Rizky Ridho mengubah papan skor kembali imbang 2-2 hingga peluit panjang berbunyi.
Di babak adu penalti, ketenangan mentalitas juara anak-anak Garuda benar-benar diuji. Empat algojo Indonesia—Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama—menjalankan tugasnya dengan eksekusi dingin yang mematikan.
Sebaliknya, petaka menghampiri kubu Thailand. Sepakan Sarach Yooyen membentur tiang, sementara tembakan Nattapong Sayriya sukses dimentahkan aksi gemilang kiper Emil Audero.
Malam panjang di GBK pun berakhir sempurna. Setelah melewati alotnya pertahanan Thailand dan tekanan adu penalti, Garuda akhirnya sah terbang sebagai raja baru sepak bola ASEAN di hadapan publiknya sendiri.***





