Balihotnews.com | Tabanan – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya angkat bicara terkait tragedi pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial IKD di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Sanjaya menyampaikan duka mendalam dan meminta seluruh pihak menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke jalur hukum.
”Sebagai Bupati Tabanan sekaligus bagian dari masyarakat, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua,” ujar Sanjaya dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Peristiwa nahas itu bermula saat IKD diamuk massa usai tepergok diduga mencuri ayam aduan pada Jumat (24/7) sekitar pukul 01.30 WITA. Dalam insiden main hakim sendiri tersebut, pria asal Singaraja, Buleleng itu tewas. Tak hanya itu, sepeda motor milik korban juga ludes dibakar warga.
Sanjaya menyebut, tragedi ini harus menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat. Terutama, kata dia, tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keharmonisan hidup bermasyarakat yang selama ini menjadi akar budaya di Tabanan.
Polisi Tetapkan 5 Tersangka
Buntut dari aksi main hakim sendiri tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat. Berdasarkan pemeriksaan saksi dan bukti rekaman video, lima warga setempat kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML (atau MK), dan ND.
Mereka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan pasal kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya tak main-main, yakni maksimal 12 tahun penjara.
Imbauan Bupati dan Santunan Tali Kasih
Di tengah proses hukum yang sedang bergulir, Bupati Sanjaya mewanti-wanti warganya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur. Ia menegaskan, hukum harus dihormati.
”Indonesia adalah negara hukum. Mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja profesional, sehingga menghasilkan keputusan yang adil,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan wujud kehadiran pemerintah, Pemkab Tabanan juga telah menyiapkan santunan tali kasih bagi keluarga korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati untuk sedikit meringankan beban keluarga di tengah masa sulit.
”Mari bersama-sama ciptakan suasana yang kondusif. Kita kembalikan kehidupan bermasyarakat dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai,” pungkas Sanjaya.*** (dre)





