Polda Bali Terjunkan 1.492 Personel saat Operasi Keselamatan Agung 

Ribuan personel Kepolisian Daerah Bali mengikuti apel gelar pasukan operasi Keselamatan Agung 2026 di Halaman depan Mapolda Bali, Denpasar pada Senin (2/2/2026).

Balihotnews.com l DENPASAR- Kepolisian Daerah Bali menerjunkan sebanyak 1.492 personel saat pelaksanaan operasi Keselamatan Agung 2026.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari terhitung sejak 2-15 Februari 2026 itu mengutamakan penindakan menggunakan sistem tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) saat pelaksanaan operasi Keselamatan Agung 2026.

“Lantas dan jajaran itu lebih kedepankan dengan penindakan ETLE sehingga untuk penindakan manual itu tidak dilakukan. Terkait dengan pelanggaran lalu lintas nanti akan diberikan blangko teguran, itu yang dikedepankan,” kata Kepala Biro Operasi Polda Bali Komisaris Besar Polisi Soelistijono saat apel gelar pasukan di Denpasar, Bali, Senin (2/2/2026).

Kombes Soelist juga mengungkapkan di luar tindakan melalui ETLE, pihaknya akan memberikan teguran secara tertulis kepada pelanggar. Setidaknya ada 38 ETLE yang telah terpasang di beberapa ruas jalan di Bali untuk memantau pelanggaran lalu lintas.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Soroti Pemotongan TKD Rp1,5 Triliun di Bali, Minta Banggar DPR RI Evaluasi Formula Anggaran

Berdasarkan data Polda Bali, kata dia, yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas adalah pengguna roda dua. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan berupa tidak menggunakan helm saat berkendara dan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.

Dua pelanggaran tersebut paling banyak dilakukan oleh WNI ketimbang dilakukan warga negara asing (WNA).

Sementara itu, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Bali Kombes Pol. Asep Ahdiatna dalam sambutannya mengatakan

sebagai etalase pariwisata sekaligus wajah Indonesia di mata dunia, kamseltibcarlantas di Bali memiliki peran yang sangat strategis.

Bagi Bali, lalu lintas bukan sekadar urusan mobilitas kendaraan di jalan raya, tetapi merupakan urat nadi perekonomian dan penunjang pariwisata berkualitas.

Dia menjelaskan sebagai destinasi pariwisata internasional, tingkat mobilitas masyarakat maupun wisatawan di Bali semakin hari semakin meningkat.

Hal tersebut turut berimplikasi terhadap timbulnya permasalahan seperti kemacetan lalu lintas.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tinjau Terminal BBM, Minta Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Bali Cukupi hingga Dua Pekan ke Depan

Di satu sisi kepadatan lalu lintas menunjukkan roda perekonomian di Bali berjalan dengan baik, namun di sisi lain kemacetan lalu lintas juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun wisatawan baik secara materiil maupun psikologis.

Di samping itu, katanya, meningkatnya mobilitas kendaraan juga berimplikasi pada meningkatnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan warga lokal maupun wisatawan asing.

Menurut data Ditlantas Polda Bali, ungkapnya, jumlah pelanggaran lalu lintas periode tahun 2024 dan 2025 mengalami peningkatan sebesar 54 persen.

Namun demikian, pelanggaran lalu lintas tersebut tidak selalu ditindak dengan tilang, namun senantiasa mengedepankan tindakan teguran dan edukasi kepada pelanggar.

Peningkatan angka pelanggaran lalu lintas tahun 2025 juga diikuti oleh peningkatan angka laka lantas sebesar 2 persen. “Kondisi tersebut tidak boleh kita anggap sebagai hal biasa karena di samping menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil, tingginya angka laka lantas juga dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata Bali,” kata Asep.

Berita Terkait:  Fuso Mosaic Event 2026 di Lovina Manjakan Konsumen Setia Mitsubishi Fuso

Asep Ahdiatna juga mengingatkan di samping faktor non teknis atau eksternal, masih cukup tingginya angka pelanggaran dan laka lantas menunjukkan masih kurangnya kesadaran berlalu lintas masyarakat maupun wisatawan asing di Bali.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, saat ini Polda Bali dan jajaran melaksanakan operasi kewilayahan dengan sandi Keselamatan Agung 2026.

Operasi ini melibatkan sebanyak 1.492 personel Polda Bali dan Polres/Polresta jajaran, serta didukung oleh personel dari instansi terkait lainnya.

“Operasi ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas guna menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” pungkas Asep. (Bhn)

Berita Terkini