Balihotnews.com | DENPASAR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Tri Hita Karana (THK) Awards 2026. Ajang penghargaan bergengsi yang telah memasuki usia perak (25 tahun) ini dinilai krusial untuk mendongkrak kualitas pelayanan dan daya saing industri perhotelan di Pulau Dewata.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace, saat menerima audiensi Panitia Pelaksana THK Awards 2026 di Denpasar, Kamis (22/9/2026).
“Kami berharap agar ada sinergi positif antara anggota PHRI, terutama yang telah mendapatkan atau terakreditasi THK Awards,” ujar Cok Ace.
Mantan Wakil Gubernur Bali ini menegaskan, THK Awards memiliki rekam jejak dan pengalaman matang dibandingkan penghargaan serupa yang baru seumur jagung. Hal ini menjadi tolok ukur penting bagi industri pariwisata.
”Dengan klasifikasi THK Awards, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing bagi hotel-hotel di Bali,” tegasnya.
Kredibilitas penilaian THK Awards 2026 juga dipastikan semakin ketat demi menjaga standar mutu (Trust & Expertise). Ketua THK Awards 2026, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, melaporkan adanya peningkatan kualitas dan kapasitas asesor secara signifikan pada tahun ini.
Tim penilai tidak hanya diisi oleh praktisi pariwisata atau auditor usaha bidang hotel, vila, restoran, serta CHSE. Para cendekiawan Bali yang peduli pada kearifan lokal Tri Hita Karana juga turut turun gunung.
“Bahkan tahun ini, dari 60 orang asesor, tercatat ada 8 profesor aktif yang ikut ‘ngayah‘ (mengabdi) sebagai asesor THK Awards 2026,” ungkap Wisnu, wartawan senior dengan rekam jejak pengabdian jurnalistik hampir setengah abad tersebut.
Puncak penganugerahan THK Awards 2026 rencananya akan digelar pada Desember mendatang. Audiensi persiapan ajang ini turut dihadiri jajaran panitia, antara lain Wakil Ketua I Gusti Ngurah Ardita, Sekretaris Ketut Gede Dharma Putra, Wakil Sekretaris Ketut Rastina, dan Bendahara Putu Resiki, dengan Cok Ace bertindak selaku Pembina.
Sebagai informasi, THK Awards yang konsisten digelar sejak tahun 2000 merupakan apresiasi tertinggi bagi hotel, korporasi, dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang menerapkan prinsip Tri Hita Karana secara nyata.
Falsafah ini menitikberatkan pada tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, yakni keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan).
Penerapan prinsip ini menjadi pilar utama untuk menjaga kelestarian pariwisata Bali agar tetap berbasis budaya, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial.*** (dre/red)







