Balihotnews.com | DENPASAR – Pucuk pimpinan Kodam IX/Udayana resmi berganti. Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Putra Widiastawa, perwira tinggi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) asli Bali, kini memegang tongkat komando sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana.
Jenderal kelahiran Singaraja, Buleleng, 3 April 1971 ini menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026) kemarin.
Rotasi kepemimpinan ini didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep: 1236/X/2026 tertanggal 1 Oktober 2026. Keputusan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan regenerasi perwira di tubuh TNI AD.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf. Amrizal Nasution menyebut, kembalinya Mayjen Putra Widiastawa ke kampung halaman menjadi momen kebanggaan tersendiri. Ia dinilai paham betul karakteristik wilayah teritorialnya.
”Sebagai putra daerah yang lahir di Singaraja, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan dapat melanjutkan kesinambungan kepemimpinan serta memperkuat pelaksanaan tugas Kodam IX/Udayana,” kata Kolonel Amrizal dalam keterangan persnya, Sabtu (17/10/2026).
Profil Mayjen TNI Putra Widiastawa
Bernama lengkap Mayjen TNI Putra Widiastawa Dwi Agung Susilo, ia memiliki rekam jejak panjang di medan operasi. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 dari kecabangan Infanteri ini sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Komando Pasukan Khusus (Ir Kopassus) sejak pertengahan Agustus 2025.
Kariernya banyak dihabiskan di satuan elite dan garis depan. Ia tercatat pernah mengemban tugas sebagai Danyonif Linud 328 Kostrad, Dandim 0911/Nunukan, dan Danbrigif 22/Ota Manasa.
Pengalamannya di bidang operasional dan teritorial makin matang saat ia dipercaya menjadi Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Wadan Rindam XIII/Merdeka, hingga menempati posisi Kapusdalops dan Staf Khusus Kasad.
Berbagai penugasan di daerah rawan dan operasi perdamaian membuatnya dianugerahi sederet tanda kehormatan. Di antaranya Satyalancana Seroja, Satyalancana GOM VIII/Dharma Phala, Satyalancana GOM IX/Raksaka Dharma, Satyalancana Wira Dharma, hingga medali penghargaan PBB (UN Medal).
Menariknya, transisi kepemimpinan di tubuh Udayana ini berlangsung bertepatan dengan momentum perluasan struktur TNI. Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan enam Kodam baru pada perayaan HUT ke-81 TNI di Jakarta, awal Oktober lalu.
Berbekal jam terbang tempur dan staf komando yang mumpuni, Mayjen Putra Widiastawa kini memikul tanggung jawab besar. Ia dihadapkan pada tugas menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan di wilayah Bali dan sekitarnya, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di tanah kelahirannya.*** (dre)






