Koster Hadiri Parade Gong Kebyar PKB 2026, Aksi Duta Bangli-Denpasar Bikin Merinding

Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 di Panggung Ardha Candra, Denpasar, Rabu (1/7/2026). (Balihotnews/red)
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 di Panggung Ardha Candra, Denpasar, Rabu (1/7/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Kehadirannya disambut antusiasme ribuan penikmat seni di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7/2026) malam.

​Malam itu, panggung Ardha Candra seolah bergetar. Dua duta seni dari Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar menyuguhkan mahakarya yang meleburkan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas tingkat tinggi.

​Pantauan di lokasi, kehadiran Koster yang didampingi jajaran kurator PKB menyedot perhatian warga. Di sela-sela pertunjukan, tak sedikit seniman dan penonton yang antusias berebut mengabadikan momen untuk berfoto bersama sang gubernur.

​Duel estetika malam itu dibuka oleh Duta Kabupaten Bangli. Diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, mereka tampil memukau membawakan Tari Ratu Kebasan.

Berita Terkait:  Kejanggalan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Diungkap di Sidang, Polda: Kita Jawab Besok

​Karya ini memvisualisasikan ritual sakral penyucian diri yang magis. Tarian diawali dengan gerak tenang, lalu memuncak menjadi dinamika enerjik saat prosesi kerauhan tiba, menyimbolkan pelepasan ego manusia kepada semesta.

​Tak mau kalah, Duta Kota Denpasar yang diwakili Sanggar Seni Semara Budaya, Desa Sumerta Klod, menghentak panggung lewat Tari Banda Yowana. Tarian kreasi tahun 1987 ini menyuguhkan gerak dinamis dan serempak, merepresentasikan kobaran solidaritas dan semangat persaudaraan generasi muda.

​Sajian Pamungkas Bernuansa Magis

​Memasuki sesi pamungkas, atmosfer Ardha Candra kian magis. Duta Bangli mempersembahkan garapan Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral pengabenan khas Bali Aga di Desa Songan.

​Simbol perebutan rumput ilalang dikemas maskulin dan intens, diiringi ritme dramatis gong kebyar. Garapan ini sukses menggambarkan pemurnian jiwa menuju sukacita, sebuah lambang keikhlasan menerima kematian sebagai transformasi spiritual.

Berita Terkait:  Tembus Rp1 Triliun, Serapan Kredit Perumahan di Bali Bikin Menteri PKP Kagum

​Sementara itu, Duta Kota Denpasar menutup parade lewat fragmentari Tamtam. Kisah ini menceritakan perjalanan spiritual dua atma—Gina dan Gidul—yang bereinkarnasi dan bertemu dalam sebuah sayembara. Perjalanan dramatik mereka berujung pada penyatuan nilai-nilai luhur Siwa-Buddha.

​Gubernur Koster tak menutupi kekagumannya atas sajian epik kedua duta seni tersebut. Ia menilai parade ini jauh lebih dari sekadar tontonan visual.

​”Parade Gong Kebyar Dewasa malam ini membuktikan PKB bukan cuma ruang apresiasi seni pertunjukan. Ini adalah wahana nyata pelestarian nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan ke generasi berikutnya,” tegas Koster memungkasi.*** (dre/rls)

Berita Terkini