Kolaborasi FISIP Unwar dan YSEALI, Dorong Potensi Desa Batuan Gianyar via Digital

Kolaborasi Prodi Administrasi Publik FISIP Unwar dan Alumni YSEALI dalam acara pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan media digital di Kantor Desa Batuan, Gianyar, Jumat (9/5/2026). (Balihotnews/Istimewa)
Kolaborasi Prodi Administrasi Publik FISIP Unwar dan Alumni YSEALI dalam acara pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan media digital di Kantor Desa Batuan, Gianyar, Jumat (9/5/2026). (Balihotnews/Istimewa)

Balihotnews.com | GIANYAR – Kolaborasi apik terjalin antara Universitas Warmadewa (Unwar) dan Alumni Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Mereka menggelar sharing session untuk mendongkrak potensi Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, lewat pemanfaatan media digital.

​Kegiatan pengabdian masyarakat dari Program Studi Administrasi Publik FISIP Unwar ini berlangsung di Kantor Desa Batuan, Jumat (9/5/2026). Puluhan warga antusias hadir, didampingi perangkat desa, pengurus LPD, LPM, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.

​Mengusung tema pemberdayaan, acara dibuka dengan penyerahan plakat kepada perwakilan Pemerintah Desa Batuan. Ini menjadi simbol sinergi nyata antara akademisi, komunitas internasional, dan masyarakat lokal.

​Moderator acara, I Putu Adi Permana Putra, menyoroti kekayaan Desa Batuan. Menurutnya, potensi seni, budaya, dan kearifan lokal desa ini sangat layak digaungkan lebih luas lewat ruang digital.

Berita Terkait:  Kunjungi Ditjen Infrastruktur Digital, Pj. Sekda Agung Mahajaya Perjuangkan Penguatan Jaringan Telekomunikasi di Nusa Penida

​Sesi pemaparan menghadirkan diskusi interaktif. Alumni YSEALI, Anum, bersama Todd York dari Broader Urban Involvement and Leadership Development (BUILD) Chicago, membagikan pengalaman sukses mereka dalam memberdayakan warga. Salah satunya lewat program community garden atau kebun komunitas.

​”Program ini melibatkan masyarakat langsung. Mulai dari kegiatan menanam, panen bersama, hingga distribusi hasil untuk mendukung ketahanan pangan lokal,” beber Anum.

​Sekadar informasi, YSEALI adalah inisiatif unggulan pemerintah Amerika Serikat yang diluncurkan sejak 2013. Program ini fokus mencetak pemimpin muda Asia Tenggara untuk memecahkan isu kawasan, termasuk di bidang lingkungan, pendidikan, dan ekonomi.

​Todd York menambahkan, era sekarang menuntut transparansi dan publisitas. Platform digital seperti Instagram, YouTube, dan website memegang peran vital bagi kemajuan desa.

Berita Terkait:  Hakim PN Denpasar Nyatakan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Tak Sah, Harus Langsung Bebas

​”Media sosial bukan sekadar tempat pamer dokumentasi. Ini alat ampuh untuk meningkatkan awareness, menarik relawan, sekaligus membangun kepercayaan donatur dan investor lewat transparansi program,” urai Todd.

​Solusi Cerdas Kelola Sampah

​Diskusi makin hangat saat memasuki sesi tanya jawab. Perwakilan LPM Desa Batuan sempat menyoroti minimnya literasi warga soal pengelolaan sampah rumah tangga, baik organik maupun plastik.

​Menjawab keresahan itu, Anum menekankan pentingnya edukasi berkesinambungan dan transfer pengetahuan. Menurutnya, belajar ilmu baru tak melulu harus lewat jalur formal.

​”Bisa manfaatkan YouTube atau lewat community to community learning (pembelajaran antarwarga). Kalau pengetahuan sudah ada, tinggal susun action plan dan bangun kebiasaan baru secara konsisten,” tegas Anum.

Berita Terkait:  Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Megawati Minta Mitigasi Pesisir Tak Setengah-setengah

​Di akhir acara, Adi Permana Putra berharap sesi berbagi ilmu ini memantik semangat warga Batuan. Inovasi yang menggabungkan kebutuhan lokal dan teknologi diharapkan bisa segera terealisasi.

​”Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kolaborasi ini memperkuat kapasitas masyarakat desa menuju pembangunan yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan,” tutupnya.*** (dre)

Berita Terkini