Balihotnews.com l DENPASAR- Korsleting listrik dapat terjadi di berbagai tempat, mulai dari rumah, kantor, hingga lingkungan kerja. Selain berpotensi merusak peralatan elektronik, gangguan kelistrikan juga dapat memicu kebakaran dan membahayakan keselamatan. Berangkat dari risiko tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali berkolaborasi dengan Radio RPKD 92,6 FM memberikan edukasi kepada masyarakat melalui talkshow bertajuk “Waspada Korsleting Listrik”.
Talkshow yang disiarkan pada Senin (14/9) tersebut menghadirkan Team Leader K3L dan Keamanan PLN UP2D Bali, Ari Hidayanto, sebagai narasumber. Edukasi difokuskan pada kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mencegah risiko korsleting dan meningkatkan keselamatan penggunaan listrik di rumah maupun lingkungan sekitar.
Ari mengatakan salah satu langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah memastikan instalasi listrik terpasang sesuai standar dan kebutuhan daya. Penggunaan stopkontak secara berlebihan pada satu titik juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan beban berlebih.
“Keselamatan listrik sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pastikan instalasi listrik sesuai standar, hindari menumpuk terlalu banyak peralatan pada satu stopkontak, dan periksa kondisi kabel secara berkala. Jika kabel sudah terkelupas, rusak, atau menunjukkan kondisi tidak normal, segera lakukan penggantian,” ujar Ari.
Enam Kebiasaan Sederhana untuk Rumah Lebih Aman
Melalui edukasi tersebut, PLN UP2D Bali mengajak masyarakat menerapkan enam langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko gangguan kelistrikan, yakni menggunakan instalasi listrik yang sesuai standar, menghindari beban berlebih, melakukan pemeriksaan rutin, segera mengganti kabel yang rusak, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dalam waktu lama, serta menyediakan alat pemadam api yang sesuai dan mudah dijangkau.
Pemeriksaan rutin dapat dimulai dengan mengecek kondisi kabel, colokan, dan peralatan listrik di rumah. Masyarakat juga perlu lebih waspada apabila menemukan kabel terkelupas, sambungan longgar, steker atau stopkontak yang terasa sangat panas, bau terbakar, maupun percikan listrik.
Ari juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan meninggalkan perangkat listrik tertentu dalam kondisi aktif ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Langkah sederhana seperti mencabut peralatan yang tidak diperlukan dapat menjadi bagian dari kebiasaan penggunaan listrik yang lebih aman.
Salah satu informasi yang perlu diketahui masyarakat adalah korsleting atau hubung singkat tidak sama dengan beban berlebih. Hubung singkat terjadi ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang tidak semestinya sehingga dapat menimbulkan arus sangat besar. Sementara beban berlebih dapat terjadi ketika terlalu banyak perangkat digunakan pada suatu rangkaian melebihi kemampuannya. Karena itu, kebiasaan menggunakan banyak perangkat berdaya tinggi melalui satu stopkontak atau sambungan bertumpuk perlu dihindari.
Gejala gangguan listrik terkadang dapat dikenali sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Stopkontak yang berulang kali terasa sangat panas, perubahan warna pada colokan, bau seperti benda terbakar, hingga suara atau percikan yang tidak normal merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan penyampaian informasi keselamatan merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan kelistrikan yang aman dan mudah dipahami.
“Bagi PLN, pelayanan tidak berhenti pada bagaimana menjaga listrik tetap menyala dan andal. Masyarakat juga membutuhkan pengetahuan agar dapat memanfaatkan listrik secara aman. Melalui kolaborasi bersama RPKD FM, kami ingin informasi keselamatan ini semakin dekat dengan masyarakat Bali dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Petrus.
Ia berharap edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat melakukan pencegahan mulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah dan keluarga.
“Jangan menunggu terjadi gangguan untuk mulai peduli terhadap keselamatan listrik. Memeriksa instalasi, menggunakan peralatan sesuai standar, tidak membebani stopkontak secara berlebihan, dan segera menangani kondisi yang tidak normal merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan,” tambah Petrus.
Tak Hanya Keselamatan, Pelanggan Dikenalkan Kemudahan Layanan Digital
Talkshow juga menjadi sarana untuk mengenalkan kemudahan layanan PLN kepada masyarakat melalui PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses berbagai informasi dan layanan kelistrikan secara digital. Masyarakat juga memperoleh informasi mengenai ICONNET sebagai salah satu pilihan layanan internet rumah.
Penyiar RPKD 92,6 FM Beny Cahyadi menilai tema keselamatan tersebut relevan karena membahas kondisi yang sering dijumpai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Menurut saya, talkshow bersama tim PLN Bali kali ini sangat menarik dan informatif. Mengangkat tema ‘Waspada Korsleting Listrik’, kita jadi mendapatkan banyak informasi penting mengenai bagaimana mencegah terjadinya korsleting listrik di rumah maupun lingkungan sekitar, serta hal-hal sederhana yang sering kali kita abaikan tetapi ternyata bisa berisiko,” ujar Beny.
Menurut Beny, informasi yang diberikan semakin lengkap dengan pengenalan layanan digital PLN.
“Selain membahas keselamatan kelistrikan, talkshow ini juga memperkenalkan berbagai kemudahan layanan digital dari PLN, khususnya melalui aplikasi PLN Mobile. Warga kota sekarang bisa lebih mudah mendapatkan informasi dan mengakses berbagai layanan PLN melalui satu aplikasi. Ada juga pengenalan ICONNET sebagai layanan internet rumah yang bisa menjadi pilihan untuk kebutuhan konektivitas masyarakat,” katanya.
Ia berharap informasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan masyarakat di rumah masing-masing.
“Senang bisa menjadi host dalam talkshow ini karena pembahasannya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga warga kota semakin sadar akan pentingnya keselamatan listrik sekaligus dapat memanfaatkan layanan digital PLN dengan lebih mudah dan praktis,” tutup Beny.
Melalui kolaborasi bersama RPKD 92,6 FM, PLN UP2D Bali terus mendorong masyarakat membangun budaya “listrik aman, aktivitas lancar”, dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan terdekat.
Sebab, mencegah risiko kelistrikan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Memeriksa kabel, menghindari beban berlebih, mematikan perangkat yang tidak digunakan, dan mengenali tanda bahaya sejak dini dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga rumah dan keluarga tetap aman. (Bhn)







