Balihotnews.com l DENPASAR– Ruang panel kelistrikan di Will Fitness, Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Bali, terbakar pada Selasa (29/9) sekitar pukul 17.00 WITA. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan. “Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting kelistrikan pada area panel kelistrikan,” kata Adi Saputra Jaya.
Berdasarkan keterangan saksi, Manajer Will Fitness Fedrico Firdaus (28) dan trainer Sugiarto (26), kejadian bermula saat terjadi gangguan listrik berupa padamnya aliran listrik di tempat kebugaran tersebut.
Pada saat bersamaan, terlihat percikan api dan terdengar ledakan yang berasal dari ruang panel listrik. Salah satu saksi kemudian mendokumentasikan kejadian tersebut.
Tidak lama berselang, kembali terjadi ledakan yang diikuti munculnya api dari ruang panel. Saksi bersama staf kemudian segera mengevakuasi para pengunjung dari dalam tempat kebugaran untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Salah satu staf juga berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi. Api sempat berhasil dipadamkan setelah dilakukan penyemprotan.
Namun, sekitar 15 menit kemudian kembali muncul percikan api dari ruang panel yang kemudian membesar hingga menimbulkan kebakaran. Pihak pengelola selanjutnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penanganan.
Hasil pemeriksaan Unit Identifikasi Polresta Denpasar menunjukkan kebakaran diduga berasal dari korsleting pada area panel kelistrikan.
Akibat kejadian tersebut, satu ruangan panel mengalami kerusakan. Wall panel atau papan reklame juga mengalami kerusakan dan terbakar. Selain itu, sebanyak 10 unit treadmill dilaporkan mengalami kerusakan.
Untuk mencegah terjadinya korsleting susulan, aliran listrik di area Will Fitness untuk sementara diputus oleh PLN.
Polisi masih melakukan pendataan terhadap kerugian material akibat kebakaran tersebut. Hingga saat ini, kerugian belum dapat diperkirakan. (Bhn)





