Balihotnews.com | TABANAN – Masalah tumpukan limbah rumah tangga kerap kali hanya dipandang sebagai musibah. Namun, di tangan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, tantangan lingkungan tersebut justru diubah menjadi sebuah peluang berkah.
Melalui cara yang unik dan pendekatan akar rumput, istri Bupati Tabanan ini turun langsung mengedukasi warga menyulap limbah dapur menjadi pupuk bernilai guna lewat teknologi biopori.
Aksi edukatif nan inspiratif ini menjadi salah satu kegiatan utama dalam roadshow Aksi Sosial ”Bergerak dan Berbagi” ke-10 yang digelar di Kecamatan Selemadeg Timur dan Selemadeg, Senin (18/5/2026) kemarin.
Berperan sebagai Duta Palemahan Kedas (PADAS), sosok yang akrab disapa Bunda Rai ini mengajak para ibu rumah tangga untuk menjadi agen perubahan lingkungan dengan memilah sampah dari sumber utamanya, yakni dapur. Tak sekadar berteori, ia langsung membagikan 150 alat pelubang biopori dan memandu praktiknya di hadapan warga.
”Sampah yang tidak dikelola bisa menjadi musibah. Namun, jika diolah dengan baik, dampaknya akan menjadi berkah. Melalui biopori, sampah organik bisa diubah menjadi pupuk yang menyokong ketahanan pangan keluarga,” jelas Rai Wahyuni.
Tentu saja, kehadiran istri dari Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ini bukan sekadar rutinitas penyerahan bantuan atau kampanye kebersihan semata.
Mengusung semangat kepedulian yang menyeluruh, langkah turun ke bawah ini juga dirancang untuk merawat kedekatan antara pemerintah dan warga, sekaligus menyuntikkan optimisme di tengah himpitan tantangan ekonomi.
”Saya hadir untuk berbagi sedikit bantuan, apalagi dalam situasi ekonomi saat ini. Ini juga upaya kami menjaga kedekatan masyarakat dengan pemerintah, sekaligus memotivasi agar kita tetap semangat membangun Tabanan,” tegasnya.
Bantuan Menyentuh Kelompok Rentan
Sebagai wujud nyata, aksi sosial ini juga menyasar kelompok rentan secara spesifik dan tepat sasaran. Di titik pertama, yakni Wantilan Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, bantuan disalurkan kepada 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), 20 lansia, 15 balita kurang gizi, serta 50 kader PKK kurang mampu.
Tak hanya itu, diserahkan pula 100 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak PAUD, beserta kelengkapan alat bantu gerak berupa 1 kursi roda, 9 tripod, dan 4 walker.
Langkah serupa berlanjut mulus di titik kedua yang berlokasi di Wantilan Banjar Delod Sema Cemagi, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Di sini, selain memberikan sembako dengan kuantitas yang sama, TP PKK Tabanan turut menyerahkan tambahan 3 walker dan 4 alat bantu dengar bagi warga yang membutuhkan.
Untuk memastikan asupan gizi terpenuhi maksimal, setiap penerima manfaat membawa pulang paket logistik lengkap. Paket tersebut berisi 20 kg beras, aneka susu (kalsium, balita, ibu hamil), 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, hingga minyak goreng.
Mendorong Transformasi Posyandu
Momentum kumpul dan interaksi langsung dengan warga ini tak disia-siakan oleh Rai Wahyuni. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, ia turut mendorong transformasi layanan kesehatan dasar di tingkat banjar dan desa.
Para kader PKK diminta untuk lebih mengoptimalkan layanan Posyandu agar fungsinya tidak kerdil, karena kerap dianggap masyarakat hanya sebatas tempat menimbang berat badan balita.
Posyandu kini dituntut berevolusi menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang lebih luas sekaligus ruang penyerap aspirasi, dengan mengacu pada pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Langkah komprehensif yang memadukan isu lingkungan, ekonomi, dan kesehatan ini sontak menuai apresiasi dari jajaran pengurus akar rumput. Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Timur, Luh Adi Wiratni Karang Sudarya, dan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg, Rahayu Budi Arsana, kompak menilai program ini sebagai wujud nyata gotong royong yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.
”Aksi sosial ini sangat bermanfaat. Kami siap mendukung penuh program pemerintah demi mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ujar Rahayu di hadapan 128 penerima bantuan yang tersebar dari 10 desa.
Dalam roadshow yang berlangsung hangat tersebut, Bunda Rai turut didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran perangkat daerah, camat setempat, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Budiasih Dirga, beserta para pengurus desa.*** (dre)






