Bukan Catus Pata, Ini Fakta Pembangunan Monumen Megah Baru di Kampus Unud Jimbaran

Papan proyek Bundaran Monumen Prabu Udayana yang tengah digarap di Kampus Unud Jimbaran. (Balihotnews/red)
Papan proyek Bundaran Monumen Prabu Udayana yang tengah digarap di Kampus Unud Jimbaran. (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | DENPASAR – Wajah simpang utama Kampus Universitas Udayana (Unud) Bukit Jimbaran bakal segera berubah megah. Sebuah megaproyek senilai belasan miliar rupiah kini tengah digarap, tak sekadar untuk memperkuat identitas budaya Bali, tetapi juga menjadi solusi taktis bagi rekayasa lalu lintas dan sistem keamanan kampus.

​Menariknya, di balik kemegahan proyek ini, pihak rektorat dengan tegas menolak penggunaan nama ‘Catus Pata’ untuk persimpangan ikonik tersebut.

​Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana membeberkan alasannya. Ia menegaskan bahwa penamaan yang resmi disepakati untuk landmark baru ini adalah Bundaran Monumen Perwujudan Prabu Udayana.

​”Nama ‘Catus Pata’ itu sebenarnya tidak cocok diberikan karena berkaitan dengan hal spiritual. Sehingga kami menyebutnya secara resmi Bundaran Monumen Perwujudan Prabu Udayana,” tegas Prof. Sudarsana saat ditemui di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Selasa (7/7/2026).

Berita Terkait:  Wakil Bupati Klungkung Pimpin Rapat PGRI, Minta Momentum HUT ke-81 Perkuat Solidaritas Guru

​Ditopang Dana Hibah Belasan Miliar

​Megaproyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Megatama Karya ini nyatanya berawal dari mimpi panjang universitas. Mimpi itu baru menemui titik terang setelah proposal kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali disetujui pada Agustus 2025 lalu.

​Proyek ini dibiayai penuh lewat dana hibah Pemprov Bali dengan total pagu mencapai Rp 17,9 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai kontrak fisik yang disepakati sebesar Rp 15.928.500.000. Prof. Sudarsana menjamin proyek ini berjalan transparan melalui mekanisme tender terbuka.

​”Uangnya masuk akun khusus hibah di Bank Daerah, dananya terpisah. Kalau misalkan masih ada sisa dana lebih dan waktunya habis, kami kembalikan. Semua ada catatannya,” paparnya.

​Ia juga merinci bahwa sisa dana untuk optimalisasi fasilitas di sekitar area monumen dibatasi maksimal 10 persen dari nilai tender.

Berita Terkait:  Kuta Selatan Mati Air Sepekan, BEM Unud Sentil Janji Politik Bupati Badung Adi Arnawa

​​Lantas, apa fungsi krusial monumen ini selain nilai estetika? Rupanya, pihak kampus menjadikannya instrumen vital untuk merekayasa tata lintas publik yang selama ini dinilai terlalu bebas membelah area internal rektorat.

​Selama pengerjaan fisik berlangsung, kampus telah memberlakukan pengalihan arus tepat di depan Gedung Rektorat. Ke depannya, sirkulasi bundaran ini akan secara permanen memaksa kendaraan publik dari gerbang utama untuk melaju lurus menuju kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

​”Sirkulasi arus lalu lintas publik tidak akan langsung masuk. Kami alihkan agar lingkungan kampus menjadi eksklusif, aman, dan nyaman. Anak-anak kami yang menyeberang juga merasa lebih aman,” jelas Prof. Sudarsana.

​Langkah tegas ini sekaligus menjadi tameng rektorat untuk menjaga ketertiban dari oknum luar. Kebijakan preventif ini diambil berkaca pada viralnya insiden pembuangan sampah sembarangan di area Kampus Unud pada dini hari beberapa waktu lalu.

Berita Terkait:  Mendiktisaintek Minta Kampus se-Indonesia Tak Ciptakan Banyak Prodi Baru 

​Bakal Dilengkapi Museum Sejarah

​Lebih dari sekadar monumen peringatan, Unud tak ingin wujud fisik Prabu Udayana ini hanya berakhir menjadi benda mati yang sekadar dilewati wisatawan.

​Rektorat telah menyusun rencana strategis ke depan untuk mendedikasikan satu ruangan khusus sebagai museum. Ruang ini didesain untuk memamerkan rekam jejak sejarah Prabu Udayana—raja Bali abad ke-10 yang dikenal luas menelurkan konsep Tri Hita Karana hingga penciptaan uang kartal sebagai alat tukar.

​”Nanti untuk showcase, kami akan memasukkan perjalanan Unud dari awal, termasuk momen pengesahan pendiriannya oleh Bapak Ir. Soekarno. Foto-fotonya kami miliki, dan akan kami ekspos sampai ke fase modernisasi saat ini,” pungkasnya.*** (dre)

Berita Terkini