Balihotnews.com | TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turun langsung ke lapangan saat menggelar program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) ke-63 di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Selasa (25/11/2024).
Tak hanya memberikan arahan, kehadirannya juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Sanjaya terlihat berinteraksi dengan warga, mengunjungi perajin gamelan rindik, hingga mencoba memainkan alat musik tradisional Bali tersebut. Ia juga melakukan dialog dengan nelayan dan membeli hasil laut segar sebagai simbol dukungan bagi ekonomi kerakyatan.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi menawarkan solusi pemberdayaan. Tujuan utama kami mendekatkan program kabupaten dengan program di desa,” ujar Sanjaya.
Ia menegaskan pentingnya pemetaan potensi melalui data desa presisi agar arah pembangunan selaras dengan visi Kabupaten Tabanan untuk mempercepat kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kunjungan lapangan ke perajin Gamelan Rindik milik I Gusti Putu Widiana dan kelompok pembuat bubu (alat tangkap lobster) di Banjar Dinas Antap Kelod memperlihatkan bahwa pembangunan harus bergerak dari bawah (bottom-up).
Pemerintah, kata Sanjaya, harus berpihak pada penguatan basis ekonomi desa, baik sektor kerajinan, perikanan, hingga peternakan agar memiliki nilai tambah yang berkelanjutan. Sebagai dukungan nyata, Sanjaya memesan 10 set rindik dan 4 gender dari perajin setempat.
Ia juga menyoroti peran strategis BUMDes sebagai penggerak rantai pasok ekonomi di tingkat akar rumput. BUMDes berfungsi menampung produk masyarakat, kemudian Perusahaan Daerah (Perusda) Dharma Santika menjadi pintu pemasaran ke pasar yang lebih luas.
“Kita hidupkan BUMDes, lalu BUMDes menghidupkan Perusda. Nantinya Perusda akan memasarkan produk ke hotel, restoran, dan jaringan pasar di seluruh Indonesia. Ini kunci agar Tabanan benar-benar menjadi lumbung pangan Bali,” tegas bupati asal asal Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan tersebut.
Program Bungan Desa juga menghadirkan layanan publik terpadu. Ratusan warga memanfaatkan pelayanan literasi inklusi dan akses perbankan dari Bank BPD Bali, pelayanan kesehatan, pembagian 108 kacamata gratis, layanan administrasi kependudukan (Dukcapil), Samsat Keliling, hingga BPJS Keliling.
“Hampir semua layanan kabupaten kami bawa ke desa agar masyarakat benar-benar terlayani sampai tingkat bawah. Inilah tugas utama pemerintah,” tambah Sanjaya.
Perbekel Desa Antap, I Ketut Wastika, mengapresiasi kedatangan Bupati beserta jajaran. Ia menegaskan, potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kerajinan memerlukan dukungan konkret dari pemerintah daerah.
“Kami berharap dukungan penuh agar desa mampu menyediakan lapangan kerja yang memadai untuk masyarakat,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyuluhan Semara Ratih untuk calon pengantin, penyerahan paket pencegahan stunting, serta penanaman pohon tabebuya sebagai simbol kepedulian lingkungan. *** (dre)





