Balihotnews.com | BADUNG – Kelangkaan parah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali tak kunjung usai. Akibat krisis ini, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cabang Badung mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Alousius Mantiri.
“Kami meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera mengganti Menteri ESDM dan Direktur Utama Pertamina. Amarah rakyat berpotensi menimbulkan masalah baru jika krisis ini tidak segera terselesaikan,” tegas Ketua PC KMHDI Badung, I Made Arya Bayu Suta, dalam pernyataan resminya, Jumat (16/10/2026).
Mereka menilai kedua pucuk pimpinan sektor energi tersebut gagal total memitigasi krisis BBM yang melumpuhkan denyut nadi Pulau Dewata sejak Senin (12/10) lalu.
Kondisi di lapangan memang mengkhawatirkan. Pantauan hingga Jumat (16/10) sore, antrean kendaraan masih mengular panjang hingga satu kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Denpasar dan Badung.
Kelangkaan ini tidak hanya menghambat roda ekonomi dan pariwisata Bali. Lebih dari itu, krisis memicu kepanikan warga yang terpaksa kelelahan mengantre berjam-jam demi seliter bensin.
Demi mencegah situasi Bali jatuh dalam kondisi chaos, PC KMHDI Badung melayangkan tujuh poin desakan penyelamatan. Tuntutan ini telah resmi diserahkan ke DPRD Kabupaten Badung.
7 Desakan Mahasiswa soal Krisis BBM Bali:
Copot Petinggi Energi: Mendesak Presiden mengganti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut Pertamina Simon Alousius Mantiri.
Jamin Kuota & Cegah Blackout: Meminta Kementerian ESDM memastikan distribusi BBM untuk Bali aman, serta menjamin tidak ada ancaman pemadaman listrik massal (blackout) imbas tersendatnya bahan bakar.
Bongkar Cadangan BBM: Mendesak Pertamina segera menyalurkan 50 persen volume tangki BBM dari Integrated Terminal (IT) Manggis dan IT Pesanggaran ke masyarakat.
Tim Medis Pemprov di SPBU: Meminta Gubernur Bali Wayan Koster bersama Disnaker ESDM dan Dinas Kesehatan rutin memantau SPBU krodit, serta menyediakan fasilitas kesehatan gratis bagi warga yang antre.
Tim Medis Pemkab: Mendesak Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengambil langkah serupa dengan menyiagakan petugas kesehatan di titik antrean SPBU wilayah Badung.
Cegah Panic Buying: Meminta DPRD Badung turun tangan mengedukasi warga agar tidak menimbun atau menjual kembali BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
Pengamanan Ketat Polri: Mendesak Kapolresta Denpasar dan Kapolres Badung mengamankan setiap SPBU untuk mencegah gesekan sosial dan menjaga ketertiban.
Arya Bayu berharap ketujuh poin ini segera diteruskan oleh Ketua DPRD Badung kepada pemerintah pusat. Ia mengingatkan, langkah taktis lintas sektoral adalah kunci karena kesabaran masyarakat di jalanan ada batasnya.
”Kami berharap seluruh pihak bergotong-royong menyelesaikan masalah ini secepatnya agar Bali tidak keos (chaos),” pungkasnya.*** (dre)





