Tembus Modal Rp 6 Triliun, Bank BPD Bali Resmi Naik Kelas ke KBMI 2

Gedung Kantor Pusat Bank BPD Bali di kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar. (Balihotnews/Ist)
Gedung Kantor Pusat Bank BPD Bali di kawasan Niti Mandala Renon, Denpasar. (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Kinerja impresif pada paruh pertama 2026 membawa PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) menorehkan sejarah baru. Emiten perbankan kebanggaan Pulau Dewata ini resmi naik kelas.

​BPD Bali kini sah masuk ke dalam jajaran Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

​Kepastian ini didapat setelah modal inti bank menembus angka Rp 6,064 triliun pada Triwulan II 2026. Angka tersebut sekaligus merespons regulasi penguatan permodalan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

​Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan rahasia di balik lompatan strategis ini. Hal tersebut disokong kuat oleh konsistensi setoran modal dari Pemerintah Daerah.

​”Setoran modal dari Pemda selaku pemegang saham mencapai Rp 3,63 triliun per Juni 2026,” ungkap Sudharma di Denpasar, Rabu (22/7/2026).

Berita Terkait:  KPK Apresiasi Pemprop Bali, Gubernur Koster Terima Penghargaan Kontribusi Teraktif Pelaksanaan SPI Pendidikan

​Menurutnya, kenaikan kelas ini bukan sekadar untuk memperluas ruang ekspansi bisnis perbankan.

​”Lebih dari itu, ini mempertegas komitmen kami untuk terus bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang makin tangguh dan inklusif,” tegasnya.

​Sejalan dengan menebalnya permodalan, rapor fundamental BPD Bali juga tampil makin berotot. Total aset bank melonjak 5,75 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 42,74 triliun.

​Dari sisi likuiditas, kepercayaan nasabah berhasil mengerek perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). Angkanya menyentuh Rp 35,05 triliun.

​Struktur pendanaan ini terbilang sangat sehat. Porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mendominasi hingga 65,31 persen dari total portofolio DPK.

​Bengkaknya pundi-pundi dana murah ini tak lepas dari masifnya transformasi digital perseroan.

Berita Terkait:  Mutasi Besar Polri: Kapolri Tunjuk Brigjen Pasma Royce Jadi Kapolda Bali

​BPD Bali sukses mengintegrasikan ekosistem pembayaran di rumah sakit, kampus, hingga Kawasan Daerah Tujuan Wisata (DTW).

​Inovasi juga diperluas lewat layanan QRIS Crossborder. Transaksi digital kini bisa dinikmati hingga ke Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

​Kredit UMKM Mengucur Deras

​Meski berlari kencang dalam ekspansi digital, fungsi intermediasi perseroan tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian (prudent).

​Hingga akhir Juni 2026, total kredit yang dikucurkan mencapai Rp 25,85 triliun atau tumbuh 7,08 persen.

​Agresivitas ini diimbangi kualitas kredit yang sangat terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) Gross ditekan di level 0,94 persen, dengan NPL Nett nyaris nihil di 0,03 persen.

​Laju kredit ini menjadi karpet merah bagi pelaku UMKM. Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melesat menyentuh Rp 1,17 triliun.

Berita Terkait:  Buka Konsolidasi PWI, Bupati Satria Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Sinergi Pers Dalam Membangun Klungkung Mahottama

​Menariknya, sebanyak 73,31 persen dari kucuran KUR tersebut mengalir langsung kepada debitur baru.

​Pembiayaan strategis ini diarahkan ke sektor pertanian, kelautan, dan industri perajin. Tujuannya selaras dengan visi Ekonomi Kerthi Bali untuk menciptakan kemandirian lokal di luar pariwisata massal.

​Pada akhirnya, efektivitas intermediasi ini bermuara pada cuan yang fantastis. BPD Bali sukses membukukan laba bersih Rp 755,75 miliar, melonjak 17,67 persen dari perolehan Juni 2025.

​Sebagai pelengkap rapor biru di Triwulan II 2026, BPD Bali resmi menggenggam Sertifikat Rekognisi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018 (Good/Mature Level).

​Sertifikat internasional ini mengukuhkan posisi BPD Bali sebagai institusi yang tahan banting terhadap fluktuasi ekonomi maupun ancaman siber.*** (dre/rls)

Berita Terkini