Bali Collection Siapkan Blok C, Hadirkan Tenant Nusantara

Area Blok C di Kawasan Bali Collection, The Nusa Dua, Badung, pada Rabu (15/7/2026). (balihotnews/redaksi)
Area Blok C di Kawasan Bali Collection, The Nusa Dua, Badung, pada Rabu (15/7/2026). (balihotnews/redaksi)

Balihotnews.com | BADUNG – Bali Collection memperkuat transformasinya sebagai destinasi gaya hidup di kawasan Nusa Dua dengan mengembangkan Blok C yang akan mengusung konsep Indonesia Heritage. Kawasan baru ini dirancang menghadirkan tenant, kuliner, dan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia sebagai pelengkap Blok A dan B yang selama ini didominasi tenant internasional.

General Manager Commercial Property PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI), Stella Kohdong, mengatakan pengembangan Blok C dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan tenant yang ingin bergabung di Bali Collection. Saat ini, tingkat okupansi Blok A dan B telah mencapai 100 persen sehingga manajemen tidak lagi memiliki ruang untuk menampung tenant baru.

“Kalau A dan B sudah full 100 persen. Masih banyak permintaan untuk masuk, tapi sudah tidak ada tempat. Itu yang mendasari kami membuka Blok C,” ujar Stella di Bali Collection, The Nusa Dua, Rabu (15/7/2026).

Ia mengungkapkan, sebelum konferensi pers digelar, Bali Collection telah mengadakan tenant gathering yang dihadiri tenant eksisting maupun calon tenant. Hasilnya, sejumlah tenant telah menyatakan komitmen untuk membuka usaha di Blok C, bahkan beberapa di antaranya sudah melakukan pemesanan dan pembayaran lokasi.

“Sudah ada beberapa tempat yang di-booking dan sudah dibayar. Jadi dari total area 4.600 meter persegi itu sudah mulai terisi,” katanya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Buka Musda XV ASITA Bali, Proyeksikan Kunjungan Wisman Tembus 7,2 Juta pada 2026

Usung Konsep Indonesia Heritage

Dari kiri, Risnanty Kusuma Putri, Deputy GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International Tbk, Stella Kohdong, GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International Tbk dan Robert Aditya Pramana, Head of Property Bali Collection. (balihotnews/redaksi)
Dari kiri, Risnanty Kusuma Putri, Deputy GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International Tbk, Stella Kohdong, GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International Tbk dan Robert Aditya Pramana, Head of Property Bali Collection. (balihotnews/redaksi)

 

Berbeda dengan Blok A dan B yang lebih banyak menghadirkan konsep internasional, Blok C akan difokuskan menjadi kawasan yang memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Nusantara kepada wisatawan.

Stella mengatakan tenant yang akan hadir bukan hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kuliner khas Manado, Jawa, Sulawesi, hingga produk-produk UMKM nasional.

“Kalau di sini lebih banyak international fusion. Di Blok C kami akan menawarkan konsep Indonesian Heritage. Akan ada makanan Manado, Jawa, Bali, Sulawesi dan berbagai kuliner Nusantara lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut sengaja dipilih agar tidak terjadi persaingan dengan tenant yang telah beroperasi di Blok A dan B.

“Di sana harus sesuatu yang berbeda. Misalnya makanan yang belum ada di sini. Jadi orang dari sini bisa ke sana, orang dari sana bisa ke sini. Konsepnya saling melengkapi,” jelas Stella.

Selain menawarkan pengalaman budaya Indonesia, harga produk dan makanan di Blok C juga akan dibuat lebih terjangkau sehingga dapat dinikmati wisatawan domestik maupun masyarakat lokal.

“Tentunya price point-nya lebih affordable. Kami juga ingin memperkenalkan budaya Indonesia kepada wisatawan internasional, tetapi tetap ramah untuk wisatawan domestik dan masyarakat lokal,” katanya.

Berita Terkait:  Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Megawati Minta Mitigasi Pesisir Tak Setengah-setengah

Tak hanya menghadirkan tenant baru, kawasan seluas sekitar 4.600 meter persegi itu juga akan dilengkapi taman yang lebih hijau, area bermain anak, ruang interaktif, hingga konsep ruang terbuka yang menghadirkan suasana alami khas Bali.

“Kalau orang datang ke Bali kan ingin healing. Mereka mencari tempat yang banyak pohonnya, suasana natural. Itu yang ingin kami hadirkan di Blok C,” ujar Stella.

Optimistis Tingkatkan Kunjungan

Head of Property Bali Collection, Robert Aditya Pramana, mengatakan pengembangan Blok C diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan ke Bali Collection secara bertahap. Menurutnya, konsep baru tersebut akan memperluas segmentasi pasar, tidak hanya wisatawan mancanegara, tetapi juga wisatawan domestik, masyarakat lokal, hingga kalangan anak muda.

“Kalau ditanya targetnya berapa persen, ya kita mau coba lebih konvensional. Gradually akan naik. Retail itu kan dinamis, jadi nanti kita akan terus mencoba menciptakan event-event yang bisa menghadirkan market baru sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pengunjung,” kata Robert.

Ia menjelaskan Bali Collection memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik pengunjung, mulai dari kawasan yang nyaman, bebas parkir, hingga layanan shuttle yang menghubungkan berbagai hotel di kawasan Nusa Dua.

Berita Terkait:  Sayang Dilewatkan saat Liburan di Pantai Pandawa Bali, 7 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan 

“Tenant mix kita juga akan lebih luas ke arah domestik market, ke arah anak-anak muda. Event yang kami buat juga tidak hanya untuk wisatawan internasional,” ujarnya.

Menurut Robert, prospek peningkatan kunjungan juga didukung perkembangan kawasan ITDC Nusa Dua yang akan diikuti pembangunan sejumlah hotel baru.

“Dengan penambahan hotel yang direncanakan di kawasan ITDC, kami berharap itu ikut mendorong pertumbuhan kunjungan. Target kami tentu terus bertumbuh sambil bersinergi dengan perkembangan kawasan,” katanya.

Ia menambahkan, secara bertahap Bali Collection menargetkan peningkatan kunjungan lebih dari lima persen setelah Blok C beroperasi. Pertumbuhan tersebut diharapkan ikut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di kawasan Nusa Dua.

Target Beroperasi Awal 2027

Blok C dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Kawasan ini diperkirakan menelan investasi sekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar dengan kapasitas sekitar 27 hingga 28 tenant.

Melalui pengembangan tersebut, Bali Collection berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi gaya hidup yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. (red)

Berita Terkini