Jelang Mahasabha, Peradah Jakarta Desak PHDI Jadi Motor Penggerak Umat Hindu

Ketua DPP Peradah DKI Jakarta, I Gede Sulastrawan. (Balihotnews/red)
Ketua DPP Peradah DKI Jakarta, I Gede Sulastrawan. (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | JAKARTA – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah DKI Jakarta menegaskan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) harus menjadi motor penggerak umat Hindu di seluruh Indonesia. PHDI ke depan tidak boleh lagi hanya terjebak pada fungsi administratif dan seremonial semata.

​Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Peradah DKI Jakarta, I Gede Sulastrawan, menanggapi hasil survei DPN Peradah Indonesia terkait pemetaan figur potensial yang dinilai berpotensi memimpin PHDI Pusat di periode mendatang.

​”Ke depan PHDI tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif dan seremonial. Tetapi juga harus menjadi pusat konsolidasi umat, penguatan nilai-nilai dharma, pengembangan SDM Hindu, serta menjadi mitra strategis pemerintah,” ujar Sulastrawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Berita Terkait:  KMHDI di Mahasabha PHDI: Pendidikan, Kemandirian Ekonomi, dan Politik Keumatan harus Jadi Prioritas

​Survei nasional tersebut melibatkan 1.200 responden dari berbagai daerah. Hasilnya memotret beragam figur potensial dari latar belakang sipil, akademisi, profesional, hingga aparatur negara.

​Menurut Sulastrawan, keragaman latar belakang figur ini mencerminkan besarnya harapan umat akan adanya semangat pembaruan di tubuh organisasi keagamaan tertinggi Hindu di Indonesia tersebut.

Momentum Mahasabha PHDI mendatang dinilai menjadi ruang krusial untuk melahirkan pemimpin yang visioner, inklusif, dan adaptif. Forum ini merupakan musyawarah tertinggi di tubuh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), selaku majelis tertinggi agama Hindu di Indonesia.

​Nantinya, agenda utama Mahasabha akan berfokus pada evaluasi pertanggungjawaban pengurus, penetapan program kerja, penyempurnaan AD/ART, serta pemilihan pengurus baru untuk masa bakti selanjutnya.

Berita Terkait:  Hakim PN Denpasar Nyatakan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Tak Sah, Harus Langsung Bebas

​Untuk itu, Sulastrawan membeberkan 5 kriteria utama yang wajib dimiliki oleh calon Ketua Umum PHDI Pusat, yakni:

​Integritas & Rekam Jejak: Memiliki komitmen pengabdian yang bersih dan nyata terhadap umat.

​Kapasitas & Kapabilitas: Kuat secara spiritual, kepemimpinan, maupun keilmuan.

​Komunikatif & Inklusif: Memiliki empati tinggi serta mampu menyatukan berbagai elemen umat Hindu.

​Inovatif & Adaptif: Siap menghadapi perkembangan zaman tanpa menanggalkan nilai luhur Hindu.

​Menjadi Teladan (Role Model): Mampu menjadi panutan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian di seluruh Indonesia.

​Langkah ini penting mengingat tantangan umat ke depan akan semakin kompleks. Mulai dari pembinaan generasi muda, penguatan moderasi beragama, transformasi digital organisasi, hingga kontribusi dalam pembangunan nasional.

Berita Terkait:  Kriyanusa 2026, Dekranasda Klungkung Kenalkan Produk Kerajinan Lokal

Lebih lanjut, ia turut mengajak seluruh umat Hindu untuk mengawal pelaksanaan Mahasabha PHDI Pusat yang rencananya berlangsung pada September 2026 mendatang, agar berjalan damai, demokratis, serta objektif berbasis adu gagasan.

​”Harapan kami, Mahasabha PHDI Pusat dapat melahirkan pemimpin yang mampu memperkuat persatuan umat, meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi, serta menjadikan PHDI sebagai motor penggerak umat Hindu yang semakin berdaya, maju, dan memberi kontribusi nyata bagi Indonesia,” pungkasnya.*** (dre/tim)

Berita Terkini