Balihotnews.com | BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan langkah besar untuk membangkitkan kembali kejayaan sepak bola di “Gumi Keris”. Mulai tahun 2027, seluruh desa dan kelurahan diwajibkan membangun Sekolah Sepak Bola (SSB) usia dini.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di sela-sela acara pelepasan tim PS Badung yang akan berlaga pada kompetisi Liga 4 Nasional di Tangerang. Acara pelepasan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Badung, Rabu (27/5/2026).
”Pada 2027, saya akan perintahkan semua desa dan kelurahan untuk membangun SSB usia dini, khususnya untuk kelompok U-8 dan U-10. Anggarannya bisa menggunakan APBDes,” tegas Adi Arnawa.
Bupati asal Pecatu, Kuta Selatan ini menjabarkan, Pemkab Badung tidak ingin hanya terbuai oleh euforia mendukung tim senior semata. Kebijakan ini menurutnya sebagai fondasi jangka panjang untuk menjaga pemerataan regenerasi pemain lokal, sekaligus menjadi wadah kegiatan yang positif bagi anak-anak muda di Badung.
Mengingat Kembali Memori Emas Persekaba
Visi pembinaan berkelanjutan ini seolah menjadi upaya menghidupkan kembali marwah sepak bola Kabupaten Badung di kancah nasional. Jauh sebelum PS Badung lahir, kabupaten terkaya di Bali ini pernah memiliki tim yang sangat disegani pada medio 2000-an, yakni Persekaba Badung.
Prestasi paling mentereng tim “Keris Badung” kala itu adalah sukses menembus kasta Divisi Utama dan melaju hingga babak 8 besar ajang bergengsi Copa Dji Sam Soe Indonesia pada tahun 2005.
Dihuni sederet pemain berbakat pada masanya seperti I Made Wirawan, Muhammadan, Mbom Julian, hingga legiun asing Elisangelo, Persekaba tampil memukau. Tim asuhan pelatih kawakan Erens Pahelarang tersebut bahkan sukses membuat repot skuad bertabur bintang Persija Jakarta saat bertanding di Stadion Samudra, Kuta.
Langkah heroik Persekaba baru terhenti saat mereka harus menjalani laga tandang ke Jakarta. Menghadapi “Macan Kemayoran”, Persekaba harus menelan pil pahit kekalahan tipis 1-0 yang menyudahi perjalanan luar biasa mereka di babak 8 besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005.
Kini, melalui kewajiban pendirian SSB di setiap pelosok desa, memori manis dan kejayaan sepak bola Badung di masa lalu itu sedang dirajut kembali untuk masa depan. Semoga.*** (dre)






