Bukan Sekadar Teori, FK Unud Hadir Langsung di Lokasi Bencana Tapanuli Tengah

Tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menggelar layanan kesehatan gratis bagi korban Siklon Senyar di Tapanuli Tengah, Sumut, 21–27 Desember 2025. (Balihotnews/Istimewa)
Tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menggelar layanan kesehatan gratis bagi korban Siklon Senyar di Tapanuli Tengah, Sumut, 21–27 Desember 2025. (Balihotnews/Istimewa)

Balihotnews.com  | TAPANULI TENGAH – Badai Siklon Senyar memang telah berlalu, namun luka yang ditinggalkannya masih terasa di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Lumpur, sisa material longsor, dan keterbatasan akses layanan kesehatan membuat pemulihan warga terdampak belum sepenuhnya pulih.

Merespons kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menerjunkan tim medis ke lokasi bencana untuk memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat tanggap bencana ini berlangsung selama sepekan, dari 21-27 Desember 2025.

Didukung Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim FK Unud menyasar tiga wilayah dengan tingkat kerusakan cukup parah, yakni Kelurahan Sipange, Hutanabolon, dan Bona Lumban.

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

Di kawasan ini, akses warga ke fasilitas kesehatan masih terbatas akibat dampak banjir bandang.

“Pelayanan kami lakukan langsung di permukiman warga agar mudah dijangkau, mengingat mobilitas masyarakat masih terhambat,” ujar perwakilan tim FK Unud.

Tim medis yang diterjunkan berjumlah 10 orang dengan komposisi lengkap, terdiri atas dokter umum serta dokter spesialis bedah, bedah saraf, penyakit dalam, kesehatan anak, dan kesehatan masyarakat.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan medis yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Temuan Medis: ISPA hingga Suspek Kanker

Selama kegiatan berlangsung, tercatat 227 warga mendapatkan layanan kesehatan. Keluhan terbanyak meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, penyakit kulit, serta nyeri otot—penyakit yang umum muncul pascabencana banjir.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

Tim medis juga melakukan skrining dini yang berhasil mendeteksi seorang lansia dengan dugaan kanker payudara. Pasien tersebut segera dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan dengan pendampingan petugas puskesmas setempat.

Tak hanya fokus pada pengobatan fisik, FK Unud juga memberikan perhatian pada aspek psikososial. Sebanyak 185 anak-anak mengikuti edukasi pencegahan kecacingan dan menerima bingkisan Natal sebagai upaya memulihkan keceriaan mereka di tengah situasi sulit.

Luka Siklon Senyar Belum Pulih

Siklon Senyar tercatat sebagai salah satu bencana terberat yang melanda wilayah Sumatera sepanjang tahun ini. Data sementara mencatat 127 korban jiwa, 37 orang dinyatakan hilang, serta lebih dari 4.200 warga terpaksa mengungsi. Bencana tersebut juga merusak sedikitnya 14 fasilitas kesehatan, 24 sekolah, dan ribuan rumah warga.

Berita Terkait:  Samuel F. Silaen Kritik Arah Negara: Jangan Sibuk Mengatur Ruang Privat, Persoalan Publik Terabaikan!

Khusus di Kecamatan Tukka, dampak bencana terbilang signifikan dengan 27 korban meninggal dunia dan 49 orang hilang. Meski telah berlalu sekitar satu setengah bulan, kebutuhan layanan kesehatan dasar masih sangat tinggi karena fasilitas setempat belum pulih sepenuhnya.

Melalui aksi nyata ini, FK Unud menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi institusi akademik, tetapi hadir langsung sebagai garda terdepan kemanusiaan—mendampingi masyarakat terdampak agar tidak berjuang sendirian dalam proses pemulihan.*** (dre)

Berita Terkini