Balihotnews.com | DENPASAR – Tren working from cafe (WFC) atau nugas di kedai kopi memang sudah jadi gaya hidup. Tapi, kelakuan sekelompok mahasiswa ini sukses bikin netizen geleng-geleng kepala karena nekat membawa mesin printer ke dalam kafe.
Bukan cuma satu, gerombolan mahasiswa ini bahkan membawa dua printer sekaligus dan menguasai tiga meja. Peristiwa ini diketahui terjadi di salah satu gerai Kopi Kenangan di kawasan Renon, Denpasar.
Aksi nyeleneh ini pertama kali mencuat dan viral di platform media sosial Threads.
”Ini gue barusan banget nemu gerombolan bawa ama printer-printernya ke coffee shop!” tulis akun Threads @__iaro, seperti dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Kuasai 3 Meja hingga Ditegur Pelanggan Lain
Utas lain dari akun @aall.ffi turut membongkar detail kejadian yang memancing emosi warganet tersebut. Dalam unggahannya, ia mengkritik etika para mahasiswa yang menjadikan area kafe layaknya tempat fotokopi.
”Ini konteksnya gimana ya, dijadiin fotocopy sama anak-anak kuliahan boleh atau nggak sih? Sampai bawa 2 biji printer,” tulisnya.
Makin bikin geram, sekelompok mahasiswa itu disebut sempat melontarkan candaan soal tagihan listrik kafe.
”‘Bengkak tagihan listrik di sini’, kata mereka sambil tertawa-tawa. FYI, mereka mengambil tiga meja yang ada colokannya, dari tadi bunyi terus printernya,” beber akun tersebut.
Aksi berisik dan makan tempat ini rupanya mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Pemilik utas menyebut para mahasiswa itu akhirnya mendapat teguran langsung dari pelanggan di sana.
”Mereka sudah ditegur tadi sama ibu-ibu. Soalnya muka ibunya kayak muak gitu pas ke toilet,” imbuhnya.
Berujung Minta Maaf dan Kritikan Tajam Netizen
Setelah memicu kehebohan, oknum mahasiswa tersebut dikabarkan telah melayangkan permohonan maaf. Hal ini diungkapkan oleh pembuat utas dalam update terbarunya.
”Yang bersangkutan sendiri udah minta maaf (walau lewat perantara). Semoga emang jadi pelajaran buat dia, bukan cuma formalitas,” tulisnya.
Meski begitu, nasi sudah menjadi bubur. Insiden di kawasan Renon ini kadung memicu amarah warganet. Banyak yang khawatir kelakuan “maruk” listrik ini berdampak pada larangan WFC di berbagai kafe.
”Jangan dinormalisasi begini ya adik-adik. Ini namanya korupsi. Kalian ambil listrik buat device yang ga seharusnya dibawa ke coffee shop. Nanti lama-lama dilarang working from cafe pula,” sentil akun @flo********r.
”Merugikan banget. Dikira yang nongkrong dia doang sampai dikuasai meja dan bangkunya. WFC atau kerjain tugas ya boleh aja, tapi sewajarnya manusia lah pakai adab,” timpal akun @sll************y.
”Masalahnya mereka itu udah ganggu dan seenak jidat. Iya sih beli kopi, tapi kalau yang beli cuma 2-3 orang dan cuma sekali order kan rugi juga outletnya,” sahut akun @lee*******_.
Hingga berita ini diturunkan, utas kelakuan mahasiswa tersebut terus menjadi bola salju di Threads. Terpantau unggahan itu telah disukai lebih dari 18 ribu kali dan dibanjiri lebih dari 3.300 komentar pedas netizen.*** (dre)





