Balihotnews.com | DENPASAR – Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimaknai berbeda di Rumah BUMN Denpasar binaan PLN UID Bali. Dari ruang sederhana di kawasan Sesetan, semangat kebangkitan hadir melalui upaya pemberdayaan pelaku UMKM lokal agar semakin mandiri, legal, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di antara rak-rak yang dipenuhi produk kopi lokal, keripik rumahan, tas anyaman hingga aneka kerajinan tangan, tersimpan perjuangan para pelaku usaha kecil yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Suasana Rumah BUMN Denpasar tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah pelaku UMKM terlihat aktif berdiskusi dengan pengelola, sementara lainnya mempromosikan produk mereka kepada para tamu yang hadir.
Tidak hanya menjadi ruang promosi produk lokal Bali, Rumah BUMN Denpasar juga menggelar workshop pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diikuti 13 peserta dari kalangan UMKM binaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan bisnis.
NIB sendiri kini menjadi identitas resmi pelaku usaha yang menggantikan sejumlah perizinan lama seperti SIUP, TDP, dan SKU. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dinilai lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari pembiayaan usaha, pelatihan, hingga perluasan akses pasar.
Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, yang hadir meninjau langsung proses pembinaan UMKM di Rumah BUMN Denpasar.
Dalam kunjungannya, ia melihat langsung berbagai produk UMKM binaan sekaligus mendengarkan tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, mulai dari promosi, akses pasar, hingga penguatan jejaring bisnis.
Ia memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Rumah BUMN Denpasar yang dinilai telah berjalan baik dalam mendampingi UMKM agar mampu naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, dan pemasaran daring.
“Pengelolaan Rumah BUMN Denpasar ini sudah sangat baik dan potensinya besar. Namun, agar dampaknya lebih masif, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah harus terus ditingkatkan. Rumah BUMN perlu bersinergi dengan dinas-dinas terkait untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam agenda dan kalender kegiatan daerah,” kata I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan dalam arahannya.
Komisi VI DPR RI juga menilai Rumah BUMN perlu memperluas ruang pamer dan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pariwisata guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan.
Salah satu peserta workshop, Yanti, pemilik usaha Tisgumi di sektor makanan, mengaku pelatihan pengajuan NIB memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha kecil yang ingin berkembang secara profesional.
“Pelatihan NIB ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti saya. Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Saya juga sangat terbantu dengan pendampingan dari para mentor yang sabar dan responsif, sehingga menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha untuk mendukung perkembangan bisnis ke depannya,” kata Yanti.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk membantu UMKM Bali berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Terima kasih atas pelatihan yang informatif, profesional, dan bermanfaat bagi para pelaku usaha di Bali. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan untuk membantu UMKM semakin maju dan berkembang,” tambahnya.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, mengatakan Rumah BUMN merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
“PLN berharap Rumah BUMN dapat menjadi ruang tumbuh bagi UMKM lokal untuk semakin mandiri dan kompetitif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar produk-produk UMKM binaan memiliki akses pasar yang lebih luas dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata Imbar.
Melalui Rumah BUMN Denpasar, PLN ingin memastikan pendampingan UMKM tidak berhenti sebagai program sosial semata, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dari ruang sederhana di Sesetan, semangat Hari Kebangkitan Nasional terus dijaga melalui langkah nyata mendukung usaha kecil agar mampu tumbuh, naik kelas, dan berdiri lebih kuat di negeri sendiri. (red).






