Pecalang Bali Perkuat Sinergi Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026

Pecalang se-Bali saat mengikuti Gelar Agung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026) (Balihotnews/ian)

Balihotnews |DENPASAR– Belasan ribu pecalang dari sekitar 1.500 desa adat di Bali mengikuti Gelar Agung Pecalang yang digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi pengamanan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang pada tahun ini waktunya berdekatan dengan Idul Fitri.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, koordinasi yang kuat di tingkat desa adat menjadi kunci menjaga stabilitas dan keharmonisan Bali di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang dua hari besar keagamaan tersebut.

“Pengamanan tahun ini menjadi perhatian khusus karena perayaan Nyepi berhimpitan dengan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, pecalang harus semakin solid dan meningkatkan koordinasi agar situasi Bali tetap kondusif,” ujar Koster usai kegiatan.

Berita Terkait:  Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Menurutnya, pecalang memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis desa adat yang selama ini terbukti efektif menjaga ketertiban masyarakat. Ia menekankan bahwa pengamanan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat Bali.

“Pecalang di seluruh Bali diharapkan tetap menjalankan tugas ngayah dengan disiplin, tanggung jawab, dan dedikasi dalam menjaga wilayah desa adat masing-masing,” kata Koster.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia melalui situasi yang aman dan damai. “Supaya Bali ini kondusif dan citra pariwisata Bali juga baik,” ujarnya.

Selain fokus pada pengamanan hari raya, Koster menyinggung sejumlah tantangan yang sedang dihadapi Bali, mulai dari persoalan sampah, ketersediaan air bersih, kemacetan, hingga gangguan sosial seperti narkotika dan radikalisme.

Berita Terkait:  Penghargaan ITLS Awards 2026 untuk Tri Hita Karana

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 58 Tahun 2025 tentang Sistem Keamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat). “Keamanan Bali bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para pecalang diharapkan semakin siap menjaga ketertiban selama rangkaian perayaan Nyepi sekaligus memastikan suasana toleransi antarumat beragama tetap terjaga di Bali. (Bhn)

Berita Terkini