NCPI Bali Kembali Dipimpin Agus Maha Usadha 2025-2030, Tancap Gas Benahi Pariwisata

Foto: DPW NCPI Provinsi Bali kembali mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada Agus Maha Usadha untuk masa bakti 2025-2030. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali kembali mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada Agus Maha Usadha untuk masa bakti 2025-2030. Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW NCPI Bali yang digelar di Ballroom Elizabeth International Denpasar, Jumat, 19 Desember 2025.

Keberlanjutan kepemimpinan ini dinilai strategis di tengah kompleksitas persoalan pariwisata Bali yang kian nyata. Isu pengelolaan sampah, kemacetan, hingga ketimpangan distribusi manfaat ekonomi pariwisata menjadi tantangan mendesak yang membutuhkan pendekatan konseptual dan solusi lintas sektor.

Ketua Umum DPP NCPI Gusti Kade Sutawa menilai DPW NCPI Bali memiliki rekam jejak yang menonjol dibandingkan wilayah lain. Dari 12 provinsi yang telah membentuk DPW NCPI, Bali disebut aktif berkontribusi dalam memberikan gagasan terhadap arah pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

“Selama lima tahun kepemimpinan Pak Agus, NCPI Bali sudah berbuat banyak. Namun ke depan tantangannya justru semakin berat, karena pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai persoalan mendasar,” kata Sutawa.

Ia menegaskan NCPI memiliki posisi strategis sebagai ruang berpikir (think tank) yang dapat menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, khususnya dalam merespons persoalan infrastruktur, kemacetan, serta pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.

Menjawab tantangan tersebut, Agus Maha Usadha menegaskan bahwa kepemimpinannya pada periode 2025-2030 akan diarahkan pada penguatan peran NCPI Bali sebagai pusat gagasan dan solusi pariwisata.

“Fokus kami adalah bagaimana pariwisata Bali kembali memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pariwisata harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, atau tourism for people,” tegasnya.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

Ia menyebutkan, NCPI Bali akan membentuk tim khusus yang melibatkan tokoh lintas bidang untuk menangani isu strategis, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan desa wisata, hingga pemerataan manfaat ekonomi pariwisata agar tidak terpusat di wilayah tertentu saja.

Ketua DPC NCPI Tabanan Ida Bagus Putu Astina yang memimpin Sidang Pleno Muswil menilai kepemimpinan Agus Maha Usadha masih sangat relevan dengan kondisi Bali saat ini.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi contoh nyata isu kompleks yang membutuhkan pendekatan teknologi dan kolaborasi multipihak.

“Sampah adalah masalah bersama. Yang penting bagaimana mengelolanya dengan teknologi yang benar dan sinergi semua pihak. NCPI memiliki peran penting dalam menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah,” ujarnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Sementara itu, Ketua Panitia Muswil DPW NCPI Bali 2025 Made Mendra Astawa menyampaikan bahwa dukungan terhadap Agus Maha Usadha datang dari berbagai unsur pengurus DPW dan DPC se-Bali. Figur pemersatu dinilai menjadi kebutuhan utama organisasi di tengah dinamika pariwisata yang semakin kompleks.

“Organisasi ini non-profit. Yang dibutuhkan adalah figur yang mampu menjaga Bali melalui pemikiran dan sinergi dengan pemerintah. Itulah yang dilihat dari Pak Agus,” kata Mendra Astawa.
Dengan kepemimpinan periode 2025–2030, NCPI Bali diharapkan semakin optimal menjalankan peran strategisnya dalam mengawal arah pembangunan pariwisata Bali agar tetap berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada masyarakat lokal. (red).

 

Berita Terkini