Balihotnews.com | TABANAN — Ancaman kecanduan gawai (gadget) yang semakin masif menggerus minat baca anak-anak memicu langkah strategis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. Sebagai upaya nyata melawan fenomena tersebut dan membangkitkan kembali budaya literasi sejak dari lingkungan keluarga, Pemkab Tabanan resmi mengukuhkan Rai Wahyuni Sanjaya sebagai Bunda Literasi periode 2026–2029.
Pengukuhan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga ini berlangsung semarak dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Senin (20/4/2026).
Dalam acara yang dipadati ratusan pelajar dan guru tersebut, turut dikukuhkan pula Gede Paramartha Daisuke Matsuzawa sebagai Duta Baca dan Yohanes Elsandy Banawas selaku Duta Demokrasi.
Usai prosesi pengukuhan, perempuan yang akrab disapa Bunda Rai ini langsung memaparkan visinya dalam gelar wicara bertajuk ”Literasi Cerdas, Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru”. Ia menyoroti fenomena anak-anak masa kini yang lebih lekat dengan gawainya dibandingkan dengan buku bacaan.
”Menurut pandangan saya di era digital sekarang ini, anak-anak kita lebih banyak memegang gadget. Imbasnya, mereka menjadi malas membaca dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar,” papar Bunda Rai.
Menjadikan momentum ini sebagai langkah awal pembenahan, Bunda Rai menekankan pentingnya peran sentral keluarga. Apalagi bertepatan dengan semangat peringatan Hari Kartini, ia secara khusus mengajak para ibu untuk menjadi madrasah pertama yang proaktif mendampingi anak-anaknya.
”Saya ingin mengajak ibu-ibu agar lebih membatasi akses digital anak. Peran keluarga dalam menyediakan bahan bacaan dan mengenalkan lingkungan literasi menjadi sangat penting,” tegasnya, seraya menambahkan, literasi yang baik adalah fondasi dasar yang akan membentuk anak mampu berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan cakap dalam memecahkan masalah sehari-hari.
Membangun Peradaban
Dukungan penuh terhadap gerakan literasi ini datang dari jajaran Pemkab Tabanan. Wakil Bupati I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh ranah peradaban dan kualitas sumber daya manusianya.
”Para duta yang dikukuhkan hari ini adalah agen perubahan sekaligus jembatan antara pengetahuan dan kesadaran publik. Di tangan Bunda Literasi, mari kita titipkan gerakan keluarga gemar membaca ini,” ujar Dirga.
Lebih lanjut, Dirga mengapresiasi kehadiran para pimpinan lintas sektor dalam acara ini yang sekaligus menjadi bukti kuatnya sinergi untuk menyukseskan program literasi di Tabanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra berharap pengukuhan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan pijakan awal untuk bergerak secara masif.
”Ini adalah momentum strategis untuk mendorong dan menguatkan gerakan pembudayaan membaca secara berkelanjutan. Kami berharap Bunda Literasi dan para duta mampu menjadi inspirator yang memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Tabanan,” tuturnya.*** (dre)






