Gubernur Koster Tinjau Banjir Kumbasari, Siapkan Dana BTT untuk Korban

Gubernur Bali Wayan Koster gerak cepat turun langsung meninjau lokasi banjir di Pasar Kumbasari pada Rabu (10/9/2025) pagi.
Gubernur Bali Wayan Koster gerak cepat turun langsung meninjau lokasi banjir di Pasar Kumbasari pada Rabu (10/9/2025) pagi.

Balihotnews.com | DENPASAR – Banjir besar melanda kawasan Pasar Kumbasari, Denpasar, Rabu (10/92025) pagi, setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa (9/92025) malam hingga Rabu dini hari. Meluapnya air Tukad Badung membuat sejumlah bangunan terdampak, termasuk sebuah toko kain yang ambruk akibat derasnya aliran sungai.

Gubernur Bali Wayan Koster langsung turun ke lokasi untuk memastikan langkah penanganan cepat. Di bawah derasnya hujan, ia meninjau titik banjir di Jembatan Pasar Kumbasari.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu korban banjir.

“Hari ini saya baru meninjau satu titik Pasar Kumbasari, dan lokasi toko ambruk. Toko ini jualan kain. Tadi saya sudah mengecek dana yang ada di Pemprov, Dana Belanja Tidak Terduga (BTT), itu akan kita manfaatkan untuk membantu korban,” kata Gubernur Koster.

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar akan dipercepat agar proses rehabilitasi segera terlaksana.

Biaya perbaikan bangunan dan kerugian material pedagang akan ditanggung bersama melalui APBD Provinsi Bali dan APBD Kota Denpasar.

“Nanti kita akan kumpul dengan Pak Walikota, sharing pembiayaan, ada yang harus direhab, dibangun kembali, kemudian juga kerugian material seperti produk-produk kain yang dijual, juga korban yang lain, itu akan kita carikan pendanaan dari APBD Provinsi Bali,” ujarnya.

Gubernur Himbau BPBD Bersinergi dengan Masyarakat

Terkait korban banjir, Gubernur Koster meminta agar BPBD bersinergi dengan masyarakat untuk mempercepat pencarian korban yang hilang.

Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau lokasi banjir di Pasar Kumbasari, Denpasar, Rabu (10/9/2025). (balihotnews/capturevid)
Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau lokasi banjir di Pasar Kumbasari, Denpasar, Rabu (10/9/2025). (balihotnews/capturevid)

“Saya minta BPBD, bersinergi dengan masyarakat, untuk mencari korban. Bagi korban meninggal itu juga ada santunannya, 15 juta, nanti kita akan pertimbangkan lagi,” tambahnya.

Berita Terkait:  Warga Madura Banjarangkan Laksanakan Tradisi Kuno “Ngaro” di Tengah Malam

Sementara itu, Kepala Pasar Badung, AA Ngurah Wijaya Kusuma, menyebut ratusan pedagang terdampak banjir, terutama yang berjualan di pelataran pasar.

“Termasuk pedagang kuliner, kira-kira seratusan,” ungkapnya.

Meski banyak pedagang sudah mulai berkemas sejak dini hari, banjir tetap merendam area basement 1 dan 2 pasar, menyebabkan sejumlah kendaraan terendam.

Hingga kini jumlah pasti kendaraan yang terdampak belum dapat dipastikan.

Selain kerugian material, padamnya listrik juga membuat sebagian pedagang memilih tidak beroperasi. PLN memutus aliran listrik setelah gardu di sekitar pasar terendam air.

Pedagang yang tetap buka terpaksa berjualan tanpa penerangan. Banjir tidak hanya merendam kawasan pasar, tetapi juga meluas ke permukiman dan ruas jalan di Denpasar.

Berita Terkait:  Dampingi Presiden RI V Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Gubernur Koster dan Wagub Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

Di Perumahan Pesona Kartika, Tohpati, Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, banjir terjadi sejak pukul 03.30 WITA.

Sebanyak 3 rumah di Blok A, 10 rumah di Blok C, serta seluruh rumah di Blok D dan E sekitar 18 rumah ikut terendam.

Menurut Dinas PUPR Denpasar, banjir disebabkan debit air sungai yang sangat tinggi sehingga aliran air di kawasan permukiman tersumbat.

Tim PUPR saat ini masih melakukan penanganan darurat berdasarkan laporan warga. (red)

Berita Terkini