Cara Unik Bawaslu Bali Kuatkan Demokrasi: Dari Mini Soccer hingga Lirik Ogoh-ogoh

Kegiatan Jumat Sehat berbasis olahraga bersama insan pers digelar Bawaslu Bali di Arena Mini Soccer, Gianyar, Jumat (20/2/2026). (Balihotnews/dre)
Kegiatan Jumat Sehat berbasis olahraga bersama insan pers digelar Bawaslu Bali di Arena Mini Soccer, Gianyar, Jumat (20/2/2026). (Balihotnews/dre)

Balihotnews.com | GIANYAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali punya cara kasual dan unik untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi. Tak melulu lewat diskusi formal, edukasi kepemiluan kini dikemas merakyat lewat olahraga bertajuk ‘Jumat Sehat’.

​Gebrakan perdana ini diwujudkan lewat pertandingan adu taktik mini soccer antara jajaran Bawaslu Bali melawan awak media yang tergabung dalam Jurnalis Bali FC. Laga persahabatan ini digelar di Gianyar Arena Mini Soccer, Kabupaten Gianyar, Jumat (20/2/2026).

​”Dalam kegiatan sosialisasi perdana ini, kami melibatkan teman-teman media untuk bermain mini soccer bersama insan Bawaslu Bali. Melalui olahraga ini kita bersinergi,” kata Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, seusai laga seru yang akhirnya dimenangkan oleh tim Bawaslu Bali tersebut.

Berita Terkait:  Imigrasi Ngurah Rai Usir 9 Bule Nakal, Ada yang Nyamar Jadi Investor hingga Buka Praktik di Canggu

​Pria yang akrab disapa Agus Suguna ini menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pengejawantahan dari Instruksi Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penguatan Demokrasi.

​Pemilihan olahraga sebagai medium sosialisasi bukan tanpa alasan. Lewat pendekatan santai ini, Bawaslu berharap penguatan kelembagaan dapat berjalan efektif sekaligus merawat kepercayaan masyarakat terhadap pengawas pemilu.

​Ke depan, Bawaslu Bali memastikan program edukasi ini akan terus berlanjut. Target selanjutnya adalah merambah sekolah-sekolah dan kampus untuk menyasar Generasi Z.

​”Kita akan berikan edukasi dan penguatan kelembagaan kepada pelajar SMP, SMA, serta mahasiswa. Terutama bagi mereka yang nanti akan memberikan hak pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu 2029,” imbuh mantan Ketua KPU Kabupaten Gianyar tersebut.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

​Dekati Sekaa Truna Lewat Ogoh-ogoh

​Menariknya, Bawaslu Bali tak hanya mengandalkan olahraga. Mereka juga tengah menggodok wacana sosialisasi demokrasi yang dikawinkan dengan kearifan lokal Bali, salah satunya lewat momen pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.

​Agus Suguna menilai, antusiasme pemuda di banjar saat membuat ogoh-ogoh adalah momentum pas untuk menyelipkan pesan-pesan demokrasi.

​”Sebelum pelaksanaan Nyepi, kita akan libatkan teman-teman Sekaa Truna yang sedang aktif mempersiapkan acara pengerupukan. Di momen kebersamaan itu, kita akan hadirkan edukasi dan penguatan demokrasi,” pungkas pria asal Desa Singapadu Kaler, Gianyar tersebut.*** (dre)

Berita Terkini