Bank BPD Bali Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Digital Berkedok Undian hingga Video AI

Foto: Bank BPD Bali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan digital yang kian canggih dan semakin beragam. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Bank BPD Bali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian canggih dan semakin beragam.

Tidak hanya berkedok undian berhadiah, pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga menyamar sebagai institusi resmi untuk menipu calon korban.

Dalam keterangannya, Bank BPD Bali mengungkapkan sejumlah modus yang sering beredar ditengah masyarakat, mulai dari undian berhadiah palsu yang mencatut nama Bank BPD Bali, pesan atau panggilan terkait klaim dana Taspen, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Dukcapil hingga undangan pernikahan digital yang disertai tautan berbahaya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menegaskan bahwa belakangan juga muncul modus baru berupa video berbasis AI yang menampilkan wajah dan suara pejabat seolah-olah memberikan pernyataan resmi. Ia memastikan seluruh informasi tersebut adalah penipuan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster kembali Tinjau Depo Pesanggaran, Pastikan Pertamina Percepat Distribusi BBM ke SPBU

“Bank BPD Bali tidak pernah mengadakan undian berhadiah melalui pesan pribadi, tidak pernah meminta nasabah mengklik tautan tertentu, serta tidak pernah meminta data pribadi nasabah dalam bentuk apa pun,” kata Nyoman Sudharma, Minggu, 4 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pelaku biasanya menyebarkan aksinya melalui media sosial, pesan singkat, aplikasi percakapan, hingga sambungan telepon. Pola komunikasi dibuat menyerupai pesan resmi dengan mencantumkan logo, nama pejabat, serta narasi yang meyakinkan agar korban lengah.

Bank BPD Bali menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta data sensitif nasabah, seperti PIN, OTP, password, username, nomor kartu ATM, masa berlaku kartu, maupun kode CVV, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun tautan digital.

Berita Terkait:  5 Bisnis Rumahan Modal Kecil yang Bisa Dicoba untuk Pemula, Apa Saja?

Sebagai langkah pencegahan, Bank BPD Bali menghimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan prinsip keamanan bertransaksi, antara lain tidak membagikan data pribadi, tidak mengklik tautan mencurigakan, selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi, mengaktifkan fitur keamanan tambahan, serta segera melapor ke pihak bank jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan.

Bank BPD Bali juga mengajak masyarakat agar lebih kritis terhadap informasi digital, terutama yang menjanjikan hadiah, meminta data pribadi, atau menggunakan tekanan waktu agar korban segera merespons.

Masyarakat diminta memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi Bank BPD Bali, seperti website, media sosial terverifikasi, layanan WhatsApp centang biru, serta BPD Bali Call 1500-844.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan literasi digital, Bank BPD Bali berharap masyarakat dapat terhindar dari berbagai kejahatan siber yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. (red).

Berita Terkait:  Batam Bisa Jadi “Dubai Kecil”, Investor Global Mulai Melirik?

 

Berita Terkini