Stafsus dan Tenaga Ahli Menteri Apresiasi Inovasi Program Pembinaan di Lapas Kerobokan

Kunjungan resmi, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kelembagaan, Apriyanto Fathoni Supomo, bersama Tenaga Ahli Menteri, Marsda Eding Sungkana, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Senin (25/8/2025). (balihotnews/lapaskerobokan)
Kunjungan resmi, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kelembagaan, Apriyanto Fathoni Supomo, bersama Tenaga Ahli Menteri, Marsda Eding Sungkana, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Senin (25/8/2025). (balihotnews/lapaskerobokan)

Balihotnews.com | BADUNG – Program pembinaan warga binaan yang oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Dalam kunjungan resmi pada Senin (25/8/2025), Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Hubungan Kelembagaan, Apriyanto Fathoni Supomo, bersama Tenaga Ahli Menteri, Marsda Eding Sungkana, memberikan pujian atas konsistensi Lapas Kerobokan membangun kemandirian warga binaan melalui berbagai program keterampilan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono menyambut langsung kedatangan kedua pejabat beserta jajaran.

Mereka meninjau sejumlah sarana pembinaan kerja, termasuk Klinik Lapas, area Bimker, hingga Lembah Hijau yang menjadi pusat pelatihan perikanan dan pertanian.

Dalam paparannya, Hudi menekankan bahwa pembinaan kemandirian bukan hanya sebatas melatih keterampilan, melainkan juga membangun karakter dan mental warga binaan.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

“Pembinaan yang kami jalankan berorientasi pada keterampilan nyata dan nilai kepribadian yang kuat. Harapannya, mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri dan menjauh dari pola lama yang keliru,” ujarnya.

Apriyanto Fathoni Supomo menilai keberhasilan pembinaan di Lapas tidak bisa berdiri sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program ini dapat berjalan berkesinambungan dan mampu memberikan dampak luas.

Sementara itu, Marsda Eding Sungkana secara khusus memuji inovasi Lapas Kerobokan yang mengembangkan program perikanan dan pertanian.

“Program perikanan maupun pertanian memiliki nilai strategis dalam mencetak warga binaan yang produktif dan berdaya saing,” katanya. Menurutnya, dampak positif dari pembinaan bukan hanya dirasakan warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

Berita Terkait:  Pekerja Wajib Tahu! 10 Poin Baru dalam UU Pelindungan Ketenagakerjaan 

Dukungan dari jajaran Kementerian Hukum dan HAM ini diharapkan semakin memperkuat peran Lapas Kerobokan sebagai salah satu model pembinaan kemandirian yang efektif di Indonesia. (red)

Berita Terkini