Bali International Trail Run 2025 Gaungkan Sport Tourism dari KEK Kura-Kura Serangan

Peserta Bali Internasional Trail Run 2025 saat mulai berlari di garis start. (balihotnews/ist)
Peserta Bali Internasional Trail Run 2025 saat mulai berlari di garis start. (balihotnews/ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) menggelar Bali International Trail Run 2025 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Serangan, Denpasar, Sabtu (9/8/2025). Ajang lari lintas alam ini diikuti sekitar 3.000 peserta dengan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan secara resmi membuka acara, didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kajati Bali Ketut Sumedana, dan Kapoksahli Pangdam IX/Udayana Brigjen TNI Agus Muchlis Latif.

Menurut Irjen Daniel, kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran Forkompimda untuk memasyarakatkan olahraga, khususnya lari.

“Intinya bahwa kita ingin memasyarakatkan olahraga khususnya masalah lari, yang sekarang sangat nge-trend,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, event ini juga menjadi upaya mendorong pariwisata berkualitas di Bali dan direncanakan menjadi agenda rutin.

“Dan kami bekerjasama dengan Kura-Kura Bali, kemudian rencananya acara ini adalah yang pertama dan ke depan, tahun depan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Akan semakin kita tingkatkan lagi jumlah peserta maupun kualitas daripada lari ini,” ujarnya.

Berita Terkait:  10 Jajanan Sunda Populer yang Banyak Digemari Bahkan di Luar Jawa Barat, dari Cilok hingga Seblak

Apresiasi Kajati Bali dan Sekda Bali

Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Ketut Sumedana, yang turut berlari di kategori 5 km, menilai KEK Kura-Kura Serangan kini mengalami perkembangan signifikan.

“Secara umum (acaranya) bagus, pesertanya antusias, kalau bisa biar jadi agenda rutin, agar masyarakat Bali sehat semua,” katanya.

Sumedana menilai udara di kawasan ini sejuk dan bersih, namun beberapa jalur masih perlu diperlebar.

“Ini bisa menjadi agenda internasional. Tinggal perbaiki trailnya saja, diperlebar,” tambahnya.

Senada dengan Kajati Bali, Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra juga sepakat jika BTIR menjadi agenda rutin Forkopimda Bali. memberikan kesannya saat mengikuti BTIR kali ini.

“Tidak menutup kemungkinan untuk menjadi agenda dunia, sebab ini akan menjadi destinasi pariwisata dunia yang berkelas,”ujar dia.

Dewa Indra berpendapat ada beberapa rute jalan yang sebaiknya diperbaiki. Meskin begitu, ia senang karena mendapatkan udara yang bersih dengan pemandangan indah di tengah perkotaan seperti ini.

Berita Terkait:  ITDC Kolaborasi Hadirkan Indonesian Cigar Festival 2026 di The Nusa Dua, Perkuat Daya Tarik Bali Collection sebagai Pusat Lifestyle dan Event

“Ada bagian rute yang bagus dan ada bagian rute yang penuh tantangan. Rute yang penuh tantangan itu harus diperbaiki. Tapi ini bagus. Lemak terbakar. Udara sejuk. Indah pemandangannya. Pokoknya keren banget,” ucapnya senang.

Rangkain HUT RI ke-80

Foto peserta pemenang lomba baleganjur bersama Forkopimda Bali di KEK Kura-Kura, Serangan, Denpasar, pada Sabtu (9/8/2025). (balihotnews/rahma)
Foto peserta pemenang lomba baleganjur bersama Forkopimda Bali di KEK Kura-Kura, Serangan, Denpasar, pada Sabtu (9/8/2025). (balihotnews/rahma)

Sementara itu, Brigjen Agus Muchlis Latif menuturkan, trail run ini menjadi rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang juga diisi lomba baleganjur pada 3 Agustus 2025 lalu.

Sebanyak 40 tim mengikuti lomba tersebut dan lima terbaik meraih hadiah Rp25 juta yang diserahkan di hari trail run.

Pemilihan KEK Kura-Kura sebagai lokasi lomba bertujuan memperkenalkan kawasan ini kepada publik.

“Orang kan, sementara ini kan, sangat sulit mungkin masuk ke sini untuk mengetahui di sini. Ini kan terbuka, akhirnya terbuka, bisa mengetahui tempat Pulau Serangan ini,” ujar Brigjen Agus.

Berita Terkait:  Pantai Jimbaran Bali: Perpaduan Pasir Putih, Keindahan Sunset dan Seafood Bakar yang Mengesankan

Kepala Komunikasi Bali Turtle Island Development (BTID) Zakki Hakim menyebut ini kali pertama pihaknya terlibat dalam penyelenggaraan event lari internasional di KEK Kura-Kura. Ia menilai sport tourism menjadi peluang besar bagi Bali.

“Bali butuh pariwisata alternatif yang tadinya tergantung pada pariwisata massal. Ini sudah trendnya sekarang olahraga, berlari itu menjadi gaya hidup. Bukan hanya sekedar berlari tetapi lari di tempat yang sehat yang udaranya bersih,” ujarnya.

KEK Kura-Kura Tawarkan Pengalaman Unik untuk Peserta

Zakki menjelaskan, jalur trail run di KEK Kura-Kura menawarkan pengalaman unik bagi peserta.

“Bali trail run ini larinya selain di jalan umum juga di jalan-jalan tanah, melihat pesisir pantai, laut, udara yang segar karena banyak pohon. Jadi berlari di tengah hutan,” ungkapnya.

Ia berharap keunikan tersebut bisa menjadi daya tarik tambahan.

“Tahun depan akan ada lagi. Tahun depan kita akan lakukan dengan standar yang lebih baik lagi,” tutupnya. (dir)

Berita Terkini