Green Journey, ITDC The Nusa Dua Dukung Pertanian Organik Desa Kedisan

GM InJourney ITDC Nusa Dua dan jajaran, menanam padi di sawah di Desa Kedisan, Gianyar. (balihotnews/red)

Balihotnews.com | GIANYAR – Sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi dengan sahabat media, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua menggelar kegiatan media gathering bertajuk “Green Journey The Nusa Dua” di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa, 29 Juli 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kelompok Tani Kedisan Mandiri, yang telah tersertifikasi sebagai petani organik resmi di Provinsi Bali dan dikenal luas atas komitmennya dalam menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Kelompok tani ini juga merupakan bagian dari program pendampingan bina lingkungan (community development) yang dijalankan oleh ITDC, dengan tujuan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat lokal serta pengembangan pertanian berkelanjutan di area sekitar kawasan yang dikelola.

Berita Terkait:  10 Jajanan Sunda Populer yang Banyak Digemari Bahkan di Luar Jawa Barat, dari Cilok hingga Seblak

ITDC dan Kelompok Tani Petani Kedisan Mandiri juga akan terus menjalin hubungan dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama konkret untuk pengembangan pertanian organik.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menyatakan. ingin para sahabat media tidak hanya mengenal The Nusa Dua sebagai kawasan wisata kelas dunia, tetapi juga melihat bagaimana ITDC terus berkomitmen memperluas dampak sosial dan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan komunitas pertanian lokal.

Green Journey The Nusa Dua merupakan bentuk apresiasi dan silaturahmi kepada para sahabat media atas dukungan dan peran aktifnya dalam menyampaikan berbagai informasi positif terkait kawasan The Nusa Dua.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen ITDC dalam mendorong praktik green tourism dan pembangunan berkelanjutan di Bali melalui kolaborasi nyata dengan komunitas lokal,” kata Agus Dwiatmika.

Berita Terkait:  Daya Tarik Pura Luhur Uluwatu yang Ikonik dan Aturan Berkunjung bagi Wisatawan

Dalam kesempatan ini, para peserta diajak untuk langsung merasakan pengalaman menanam padi secara organik, menyusuri persawahan hijau yang asri, serta memahami filosofi dan semangat keberlanjutan yang diusung oleh para petani Kedisan.

Kegiatan juga turut diramaikan dengan penyajian hidangan tradisional khas Kedisan yang disiapkan oleh ibu-ibu kelompok tani, serta pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, ITDC menyerahkan bantuan berupa dua ekor sapi kepada Kelompok Tani Petani Kedisan Mandiri yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk kompos, guna mendukung sistem pertanian organik yang tengah dikembangkan dan juga sebagai indukan yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah sapi kelompok tani tersebut.

Berita Terkait:  Penghargaan ITLS Awards 2026 untuk Tri Hita Karana

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dan kolaborasi luar biasa dari Kelompok Tani Petani Kedisan Mandiri. Harapan kami, melalui kegiatan ini, harmoni antara sektor pariwisata dan pertanian berkelanjutan dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. (red).

 

 

Berita Terkini