Pelabuhan Perikanan Jembrana Digarap November, Libatkan UMKM dan Sentra Kuliner

Wamen KKP bersama Wagub Bali usai sosialisasi pembangunan PPN Pengambenan di Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (24/7/2025) (Balihotnews/ist)
Wamen KKP bersama Wagub Bali usai sosialisasi pembangunan PPN Pengambenan di Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (24/7/2025) (Balihotnews/ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bersiap memulai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambenan yang berlokasi di Kabupaten Jembrana, Bali.

Proyek yang digolongkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dijadwalkan akan mulai dikerjakan pada bulan November 2025 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2028.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, saat acara sosialisasi mengenai rencana pembangunan PPN di Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (24/7/2025).

Didit Herdiawan menjelaskan, “Sebetulnya ini program sudah lama, tahun 2023, dan tahun ini bisa kita lakukan kegiatan untuk pekerjaan di lapangan, November, tahun ini, sekitar 3 tahun selesai.”

Berita Terkait:  Kunjungi Ditjen Infrastruktur Digital, Pj. Sekda Agung Mahajaya Perjuangkan Penguatan Jaringan Telekomunikasi di Nusa Penida

Menurut Didit, PPN Pengambenan di Jembrana akan menjadi sebuah pelabuhan perikanan modern yang terintegrasi penuh, lengkap dengan fasilitas pasar ikan berskala internasional.

Ia merinci, “Nanti ada untuk pengolahan perikanan tangkap, penggudangan, dermaga, dok untuk servis kapal, ada UMKM di dalamnya, ada pasar modern, sentra kuliner, banyak sekali dan itu melibatkan masyarakat setempat.”

Pembangunan PPN Pengambenan ini, sambungnya, adalah bagian integral dari implementasi program ekonomi biru. Program ini sendiri menargetkan konservasi 30 persen wilayah laut pada tahun 2045, penerapan sistem penangkapan ikan terukur, pengembangan budidaya, serta pengawasan yang ketat.

“Konsep penangkapan ikan terukur tentunya ada kaitannya dengan pembangunan pelabuhan perikanan nusantara,” tutur Didit. Ia menambahkan, “Dengan kondisi seperti ini maka kita melihat perlunya ada percepatan, kalau kita tunggu lagi ini akan menjadi lama.”

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sampaikan Selamat HUT ke-77 Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok

Tujuan utama dari pembangunan ini, menurut Didit Herdiawan, adalah untuk merevitalisasi pelabuhan perikanan di Bali agar menjadi contoh pelabuhan yang lebih bersih dan lebih besar, serta menciptakan peluang pasar baru bagi komunitas lokal. (ian)

Berita Terkini