Cegah Fatherless, Ayah di Buleleng Diajak Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Foto: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Daldukkbpppa) Kabupaten Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka saat dihubungi, Minggu, 20 Juli 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BULELENG – Pemkab Buleleng mulai menggencarkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja.

Salah satu implementasinya adalah pendekatan berbasis sekolah (Sebaya). Program ini telah diluncurkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah melakukan ajakan/imbauan kepada orang tua/wali anak terutama ayahnya agar bisa mengantarkan hari pertama anak ke sekolah, pada Senin, 21 Juli 2025 yang merupakan awal tahun ajaran baru 2025/2026.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Daldukkbpppa) Kabupaten Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka saat dihubungi, Minggu, 20 Juli 2025 menyampaikan, GATI merupakan sebuah program untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan, dan pendidikan anak sejak usia dini. Program GATI berfokus pada penguatan peran ayah dalam keluarga dengan tujuan mencegah fenomena “fatherless” atau kurangnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak.

Berita Terkait:  KPU Bali dan Kodam IX/Udayana Jalin Perjanjian Kerja Sama Perkuat Sinergitas dan Pemutakhiran Data Pemilih

“Program GATI dipandang sebagai bagian dari emansipasi pria, dimana ayah diharapkan mengambil peran yang lebih setara dalam keluarga, seperti halnya perjuangan kesetaraan yang dilakukan oleh Kartini untuk perempuan,” jelasnya.

Kadis Riang Pustaka menambahkan, program ini juga sebagai upaya penyetaraan proses pengasuhan dan pendampingan anak, sehingga nantinya pengasuhan dari orang tua antara ibu dan ayah seimbang.

Diharapkan, gerakan ini dapat menjangkau lebih luas dan berdampak nyata terhadap penguatan peran ayah dalam keluarga untuk keberhasilan tumbuh kembang seorang anak maupun menginjak usia remaja.

“Kami harap, semua anak itu milik orang tuanya yaitu ayah dan ibunya. Karena, banyak pertumbuhan mental, psikis dan jiwa anak-anak itu dimulai dari bagaimana kasih sayang seorang orang tua (ayah dan ibu). Ketika dia tidak mendapatkan pola pengasuhan yang seimbang maka akan berdampak timpang kedepannya,” harapnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

Pihaknya mengajak kepada semua orang tua, terutama ayah, agar meluangkan waktu dan kesempatan mendampingi anaknya yang sedang bersekolah. Jangan sampai, ketika anak-anak sudah menginjak usia dewasa tidak sempat untuk meluangkan waktu berdekatan dengan anak-anak.

“Mari ketika masih ada kesempatan, ayo luangkan waktunya untuk bisa mengantar maupun menjemput anak-anak dari sekolah,” ajaknya. (red)

Berita Terkini