Pemkab Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Neraca Bahan Makanan Terbarukan

Foto: Pemkab Buleleng terus memperkuat startegi ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan Neraca Bahan Makanan (NBM) yang diperbarui secara berkala. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus memperkuat strategi ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan Neraca Bahan Makanan (NBM) yang diperbarui secara berkala.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan pangan yang cukup, merata, dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menyampaikan, bahwa NBM merupakan instrumen penting untuk memetakan potensi, kebutuhan dan kekurangan pangan daerah secara menyeluruh.

“Dari neraca ini, kita tahu apa yang kita punya, apa yang kita butuhkan, dan bagaimana memastikan semua masyarakat punya akses pangan yang cukup dan sehat,” kata Aryana Kamis, 17 Juli 2025.

Komoditas yang menjadi fokus dalam penyusunan NBM antara lain beras, jagung, singkong, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, sayur dan buah lokal, daging ayam, ikan, telur hingga minyak nabati.

Berita Terkait:  Kunjungi Kriyanusa 2026 Hari Keempat, Bupati Satria Pastikan Produk Klungkung Siap Tembus Pasar Luas

Menurutnya, komoditas tersebut mencerminkan kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari sekaligus menjadi potensi unggulan lokal yang layak dikembangkan.

Lebih jauh, Kadis Aryana menambahkan bahwasanya Penyusunan NBM melibatkan kerja lintas sektor, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng, Bappeda, kelompok tani, BUMDes, pelaku usaha lokal, hingga akademisi.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data melalui survei rumah tangga dan pencatatan produksi dari sektor pertanian, peternakan, serta perikanan.

Selanjutnya, data diolah menggunakan perangkat lunak National Food Management System (NFMS) guna menghasilkan neraca yang akurat dan responsif terhadap dinamika pangan.

“Ini bukan sekadar angka. Neraca pangan adalah instrumen perencanaan. Ia menjadi dasar dalam musrenbang, penyusunan RPJMD, dan program kerja SKPD. Bahkan, saat terjadi bencana, krisis harga, atau pandemi, data ini bisa jadi alat navigasi yang sangat penting,” ucapnya

Berita Terkait:  Dinilai Teraktif Dukung SPI Pendidikan, KPK Beri Penghargaan Gubernur Koster 

Pembaruan NBM setiap tiga bulan untuk menjaga relevansi data terhadap kondisi aktual. Namun, lebih dari itu, Kadis Aryana menekankan pentingnya menjadikan NBM sebagai pendorong terciptanya desa-desa mandiri pangan.

“Target akhir kita bukan hanya tahan pangan, tapi berdaulat pangan. Kita ingin Buleleng bisa mencukupi kebutuhan pangannya dari tanahnya sendiri,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, dukungan data yang solid dan kerja sama berbagai pihak, ketahanan pangan tak hanya akan menjadi jargon, melainkan nyata dalam kehidupan masyarakat. (red)

Berita Terkini