Partai Hanura Bali Goyang, Lolak Didesak Mundur Jelang Musda

Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Kadek 'Lolak' Arimbawa. (Balihotnews/ist)

Balihotnews.com | DENPASAR – Kepemimpinan I Kadek Arimbawa alias Lolak di tubuh DPD Partai Hanura Provinsi Bali kian digoyang menjelang Musyawarah Daerah (Musda) 2025, dinamika ini terjadi karena mayoritas pengurus cabang, fraksi daerah, hingga organisasi sayap secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya.

Penyebab itu datang disebabkan anjloknya performa Hanura Bali pada Pemilu Legislatif 2024. Dari sebelumnya meraih total 16 kursi DPRD kabupaten/kota dan provinsi, kini Hanura hanya bertahan dengan 6 kursi.

“Ini alarm kegagalan. Janji untuk meningkatkan kursi tak terpenuhi. Beliau (Lolak) pernah bilang siap mundur kalau tak mampu, tapi kini tak ada sikap,” kata Ketua DPC Hanura Kabupaten Klungkung, Wayan Buda Parwata, pada Selasa (1/7/2025).

Buda Parwata yang juga Ketua Lasmura Bali menambahkan, kekecewaan makin dalam karena sang ketua lebih memilih maju dari Dapil Sulawesi Tengah saat Pileg 2024, alih-alih membesarkan partai di Bali.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Hal senada disampaikan juga Ketua DPC Hanura Buleleng, Gede Wisnaya Wisna. Ia menilai kepemimpinan Lolak Arimbawa minim arah dan komunikasi, bahkan dinilai abai dalam proses konsolidasi daerah.

“DPD seperti kehilangan kompas. Di masa kampanye, ketua malah sibuk di luar Bali,” tegasnya.

Masalah transparansi keuangan juga disorotnya, yakni berupa kontribusi dana dari DPC kabupaten/kota yang disebut tidak pernah dipertanggungjawabkan secara terbuka, bahkan terdapat ketidaksesuaian nominal dengan data DPP

“Selisih ratusan juta. Ini bukan hal kecil,” tambah Wisnaya.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Karangasem. Sekretaris DPC Hanura Karangasem, I Nyoman Ginantra Artana menyebut partainya lumpuh pasca ketua dan bendahara cabang mengundurkan diri tanpa tindak lanjut dari DPD.

Berita Terkait:  Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspasan Pura Lempuyang Madya Ajak Umat Perkuat Semangat Menyama Braya dan Lestarikan Tradisi Bali

“Kami sudah laporkan, tapi nihil tanggapan. DPC Karangasem stagnan,” ujarnya.

Desakan perubahan juga datang dari unsur perempuan. Ketua Srikandi Hanura Bali, Wilis Rumsini, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh dan regenerasi kepemimpinan agar Hanura tidak semakin terpuruk.

“Jika tidak ada perubahan, Hanura akan makin tergerus. Saatnya evaluasi total,” tandasnya.

Ia juga menyebut, DPD Hanura Bali dinilai pasif dalam menyiapkan Musda 2025. Tidak ada pembahasan, arahan, atau strategi yang disusun, padahal agenda ini krusial untuk keberlangsungan organisasi.

Merespons dinamika di daerah, DPP Partai Hanura telah turun tangan. Wakil Ketua Umum Bidang OKK Hanura, Akhmad Muqowam bersama Koordinator Wilayah VIII, Brigjen TNI (Purn) Manofarianto, sudah bertemu kader Bali pada 11 Juni 2025 lalu.

Berita Terkait:  Genjot Pendapatan Daerah, Bupati Satria Ajak OPD Tinggalkan Ego Sektoral dan Perkuat Kolaborasi 

Pertemuan itu disebut sebagai bentuk perhatian atas suara kader daerah yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap pengurus wilayah. Mayoritas menyuarakan agar Lolak Arimbawa segera mengundurkan diri.

Menanggapi tekanan tersebut, I Kadek “Lolak” Arimbawa menegaskan dirinya masih menjabat secara sah dan sahih sebagai Ketua DPD Hanura Bali. Ia mengingatkan bahwa pergantian kepemimpinan hanya bisa dilakukan melalui mekanisme resmi partai.

“Kalau ingin perubahan, silakan ajukan lewat Musda, bukan tekanan atau opini,” ujarnya.

Ia pun membantah tudingan pasif dan menyatakan tetap aktif menghadiri agenda DPP serta berkomunikasi melalui grup internal partai.

“Saya tidak diam. Tapi saya memilih menyikapi semua dengan tenang, sesuai mekanisme,” pungkas politisi yang juga dikenal sebagai seniman Bali ini.*** (dre/tim)

Berita Terkini