Yenny Wahid Bongkar Masalah Utama Atlet Panjat Tebing: Kurang Fasilitas & Sulit Membaca Jalur

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid. (balihotnews/dio)

Balihotnews.com | BADUNG – Meski prestasi atlet panjat tebing Indonesia terus menanjak di kancah internasional, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut masih ada tantangan besar yang belum tersentuh yaitu keterbatasan fasilitas dan pola pikir kritis atlet.

Dalam ajang IFSC Climbing World 2025, Jumat (2/5/2025), Yenny menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap penyediaan sarana panjat tebing, khususnya untuk kategori lead. Lead sendiri sebuah kategori dalam kejuaraan panjat tebing yang menguji kekuatan fisik sekaligus kecerdasan strategi.

“Saya sudah melobi pemerintah agar bisa membantu penyediaan prasarana yang lebih mutakhir lagi, kategori lead itu menuntut kecepatan dan ketepatan menganalisis jalur panjatan. Itu bukan hanya soal kekuatan otot, tapi juga strategi,” terangnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dukung Fasilitas dan Perizinan untuk Perseden Berlaga di Liga 3 Nasional

Lebih dari sekadar soal infrastruktur, Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid ini juga menyoroti aspek pendidikan yang berdampak langsung pada kemampuan atlet.

“Indonesia ini sistem pendidikannya belum mengajarkan cara berpikir kritis. Jadi atlet kita sering kesulitan menganalisis jalur yang dirancang oleh pembuat rute,” jelasnya.

Namun di balik kekurangan itu, ada kabar baik. Sejak Yenny memimpin FPTI, peringkat Indonesia terus naik signifikan.

“Dulu saat saya mulai memimpin, peringkat kita masih di angka 100 dan 80. Kini sudah bisa masuk ke 20 besar. Ini lompatan yang sangat besar,” ungkapnya Yenny.

Fokus utama saat ini, kata Yenny, adalah mempersiapkan atlet agar bisa tampil di Olimpiade Los Angeles.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

“Kita berharap mereka bisa ikut Olimpiade Los Angeles. Minimal, mereka bisa menjadi peserta,” pungkasnya. (dio)

Berita Terkini