Tumbuhkan Pariwisata Bali, Bandara Ngurah Rai Tambah Rute Penerbangan ke Guangzhou

Dengan diluncurkannya penerbangan baru Transnusa ini menjadi hal positif bagi pertumbuhan pariwisata Bali. (balihotnews/ap1/red)

Balihotnews.com | BADUNG – Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali menambah rute penerbangan internasional dengan dibukanya penerbangan baru Transnusa rute Denpasar (DPS)-Guangzhou (CAN) pada Minggu, (13/4/2025).

Penerbangan perdana Transnusa Air Denpasar-Guangzhou, nomor penerbangan 8B969 yang membawa 74 penumpang ditandai dengan pengalungan bunga kepada penumpang yang diberikan langsung oleh General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab.

“Dengan diluncurkannya penerbangan baru Transnusa ini tentu menjadi hal positif bagi pertumbuhan pariwisata Bali,” kata Ahmad Syaugi.

Ahmad Syaugi juga menyampaikan bahwa wisatawan mancanegara (wisman) asal Republik Rakyat Tiongkok termasuk tertinggi kedua yang berkunjung ke Bali. Hingga Maret, jumlah wisman Tiongkok mencapai 136 ribu atau 9 persen dari total wisman yang masuk Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Berita Terkait:  OJK Luncurkan Rp 3I 2026-2030, Perkuat Reseliensi dan Peran Perbankan Sebagai Penggerak Ekonomi 

Direktur Utama Transnusa, Bayu Sutanto, juga menyampaikan bahwa tujuan Transnusa membuka rute Denpasar-Guangzhou salah satunya untuk membuka peluang baru bagi pariwisata kedua negara.

“Kami memilih Guangzhou karena sebagai salah satu kota terbesar di Tiongkok, kota ini dikenal sebagai pusat bisnis, budaya dan wisata yang menawarkan beragam atraksi,” ungkap Bayu.

Dengan bertambahnya penerbangan milik Transnusa, hingga kuartal pertama 2025 Bandara I Gusti Ngurah Rai telah menerima 7 penerbangan baru.

Detail Penerbangan:

– Rute: Denpasar (DPS)-Guangzhou (CAN)
– Frekuensi: 4 kali dalam seminggu (akan ditambah menjadi setiap hari pada Juni mendatang)
– Maskapai: Transnusa
– Tipe Pesawat: A320 berkapasitas 174 kursi ekonomi

Penerbangan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Tiongkok, serta memberikan multiplier effect bagi pariwisata dan perekonomian Bali. (red)

Berita Terkait:  Proteksi Petani Lokal, Gubernur Koster Stop Peredaran Beras Impor Targetkan 100 Persen Sawah Organik

Berita Terkini