Dipentaskan di Hadapan Wisatawan, Ini 10 Tarian Khas Bali Populer Beserta Penjelasannya

Tari Puspanjali, merupakan tarian untuk penyambutan tamu. (balihotnews/dok.soundcloud)

Balihotnews.com | DENPASAR – Tari sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali, karena hampir di semua rutinitas baik kegiatan adat maupun upacara agama akan melibatkan unsur tari.

Tak hanya untuk mengiring upacara dan kegiatan adat, di Bali ada juga jenis tarian untuk seni pertunjukan yang ditampilkan di hadapan wisatawan.

Berikut 10 tarian khas Bali yang populer untuk dipentaskan di hadapan wisatawan sebagai hiburan.

1. Tari Kecak

Tari Kecak merupakan salah satu seni tari nusantara terkenal yang berasal dari Bali.

Seni tari ini biasanya dipertunjukkan secara massal oleh puluhan, bahkan ratusan penari laki-laki yang duduk secara melingkar.

Dinamakan tari Kecak, karena pada saat irama musik dimainkan, para penari akan mengangkat dan menggerakkan kedua lengannya sambil menyerukan kata “cak ke cak ke cak”.

Para penari akan mengenakan kostum bermotif poleng (kotak-kotak putih hitam), mirip dengan pola papan catur.

2. Tari Puspanjali

Tari puspanjali merupakan tarian untuk penyambutan.

Kata puspanjali berasal dari puspa yang artinya menghormati dan anjali yang berarti bunga.

Jadi makna dari tarian ini adalah menghormati tamu bagai sekuntum bunga.

Tarian ini ditampilkan oleh sekelompok wanita dengan jumlah 5 hingga 7 orang.

Berita Terkait:  Perkokoh Ketahanan Budaya, Bupati Satria Bersama Wakil Bupati Tjok Surya Hadiri Rangkaian Karya di Tiga Pura

Penari-penari ini menggambarkan sekelompok wanita yang senang dengan kedatangan para tamu yang singgah ke daerah mereka.

3. Tari Trunajaya

Tari trunajaya diambil dari kata teruna yang berarti pemuda.

Tarian ini menceritakan seorang lelaki yang ingin memikat wanita.

Sang penari akan selalu membelalakkan matanya dengan gerakan tariannya yang tegas.

Hal ini menggambarkan kejantanan seorang pria tersebut.

Tarian ini biasanya akan selalu diiringi musik gamelan gong kebyar.

4. Tari Barong

Tari barong menceritakan sebuah perseteruan antara kebajikan melawan kejahatan.

Barong berasal dari bahruang (beruang), meskipun beruang banyak wujud binatang lainnya yang dilukiskan.

Hal ini tergandung dari jenis tari barong yang akan dibawa.

Tarian ini biasanya dimainkan oleh 2 orang laki-laki.

Satu memainkan anggota kepala dan yang satu laginya berada di ekor.

5. Tari Pendet

Tari pendet adalah tarian khas daerah Bali.

Tarian ini digunakan sebagai persembahan untuk leluhur atau Bhatara-Bhatari.

Tari pendet biasa dipentaskan di halaman Pura menghadapkan ke sebuah palinggih, di mana Bhatara dan Bhatari diistanakan.

Tari pendet biasanya dibawakan oleh penari wanita berpakaian adat, dengan membawa bokor atau canang sari yang berisi bunga.

Berita Terkait:  Jaga Peradaban dan Tradisi, Bupati Klungkung Hadiri Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI

Susunan pakaian tari pendet yaitu terdiri dari sabuk prada, anteng (cerik), dan kamben songket.

Selain itu, untuk perlengkapan tari pendet mereka juga membawa alat-alat upacara seperti sangku, mangkok perak, kendi dan lain-lain.

6. Tari Legong

Tari Legong merupakan tarian tradisional Bali yang dibawakan oleh dua atau tiga penari wanita, dengan ciri pokok gerakan yang luwes pada kaki yang diiringi permainan musik.

Kata legong sendiri berasal dari kata “leg” berarti gerak tari yang luwes (lentur), dan “gong” artinya gamelan yang merupakan instrumen pengiringnya.

Sehingga, “Legong” mengandung makna gerak tari yang menekankan pada keluwesan penari dengan diiringi oleh musik gamelan.

Gamelan yang dipakai untuk mengiringi tari legong disebut dengan Gamelan Semar Pagulingan.

7. Tari Baris

Sesuai dengan namanya, tarian ini dibentuk dengan posisi penari yang berbaris.

Tari ini merupakan salah satu tarian yang merupakan suatu bentuk ritual.

Namun untuk saat ini, tari baris sudah kerap ditampilkan untuk tujuan hiburan.

Tari Baris menggambarkan tentang keberanian ksatria Bali yang sedang bertempur demi membela Raja.

Penari akan menggerakkan badannya seperti seorang pahlawan yang sedang berperang.

Berita Terkait:  Mengintip 5 Keunikan Jimbaran Tempat Wisata Populer di Bali, Destinasi Favorit Wisatawan

8. Tari Topeng

Tari Topeng Pajegan atau disebut Topeng Wali merupakan sebuah tarian yang dibawakan oleh seorang penari laki-laki. Tarian ini ditujukan untuk upacara keagamaan, seperti upacara tiga bulan kelahiran anak, upacara potong gigi, upacara perkawinan, dan sebagainya.

9. Tari Margapati

Margapati berasal dari ‘marga’ yang berarti jalan dan ‘pati’ yang berarti kematian.

Maka arti dari margapati adalah jalan menuju kematian.

Tarian ini melukiskan kekeliruan perjalanan hidup seorang wanita.

Penari wanita akan menghadirkan gerakan tarian laki-laki yang siap mengintai dan siap-siap menerkam mangsanya.

10. Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang menceritakan tentang Putri Galuh Candrakirana.

Putri ini menyamar sebagai Raden Panji selama menggembara untuk menghibur kesedihannya sepeninggal suaminya.

Ciri khas tarian ini adalah penari wanita yang menyamar sebagai laki-laki dengan membelalakkan matanya sambil tersenyum.

Itulah beberapa jenis tari khas Bali yang bisa menghibur para wisatawan yang berkunjung.

Keragaman dan keunikan dari tari khas Bali menjadi salah satu tujuan untuk menghabiskan waktu liburan.

Kamu dapat menjadikan beberapa tarian di atas sebagai list tontonan kamu jika berkunjung ke Bali. (ani)

 

Berita Terkini