Balihotnews.com | DENPASAR – Ajang kompetisi operet pelajar tingkat SMP dan SMA, Panggung Kreasi Seni Indonesia (PAKSI) 2026, sukses menyedot ribuan penonton. Digelar oleh Komunitas Ruang Kreasi, perhelatan teater ini berlangsung meriah selama tiga hari, mulai 28-30 Agustus 2026, di Gedung Taksu, Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar.
Tahun ini, PAKSI mencatat rekor peningkatan partisipasi. Sebanyak 17 sekolah dari Denpasar dan Badung, yang terdiri dari delapan SMP dan sembilan SMA, unjuk gigi membawakan lakon tokoh-tokoh dunia.
Di atas panggung, para pelajar ini menghidupkan kembali kisah tokoh ikonik seperti Albert Einstein, Charles Darwin, hingga pahlawan nasional R.A. Kartini.
Ketua Panitia PAKSI 2026, Ida Bagus Gde Santa Prasada, mengapresiasi lonjakan peserta dari 12 sekolah pada tahun lalu menjadi 17 sekolah tahun ini. Secara keseluruhan, ada sekitar 800 pelajar yang terlibat sebagai pemain.
”Jumlah piala dan trofi yang kami berikan kepada peserta juga sudah jauh lebih banyak. Jadi teman-teman punya kesempatan lebih besar untuk menang di PAKSI 2026 ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Santa tersebut, Minggu (30/8/2026).
Antusiasme pengunjung tak kalah luar biasa. Gus Santa membeberkan, arus penonton yang memadati area DNA mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per harinya.
Tak sekadar menjadi kompetisi seni peran, PAKSI 2026 juga menghidupkan roda ekonomi kreatif dengan menyediakan ruang bagi UMKM. Terdapat enam stan kuliner (F&B) dan dua stan non-F&B yang meramaikan acara. Salah satu yang paling menyedot perhatian generasi muda adalah kehadiran layanan ramal tarot.
”Melihat stan tarot tahun ini sangat menarik minat anak-anak muda, mungkin tahun depan akan kami hadirkan lagi. Biar ada pilihan, selain menonton teater mereka bisa mencoba mencari ramalan hidupnya ke depan,” selorohnya.
Meski menuai sukses besar, panitia mencatat sejumlah evaluasi. Kepadatan arus penonton serta sempitnya waktu persiapan Malam Penghargaan (Awarding Night) menjadi fokus pembenahan. Rencananya, pada gelaran tahun depan, hari pengumuman nominasi akan dipisah dari hari perlombaan, diiringi dengan penambahan dekorasi acara.
Fokus pada Ekosistem Teater Berkelanjutan

Di sisi lain, visi yang lebih besar juga tengah dibangun. Ketua Komunitas Ruang Kreasi, Iko Putra Tara Tiyasa, menegaskan bahwa PAKSI tidak dirancang semata-mata sebagai ajang perebutan piala.
”Ke depannya, ini adalah ajang untuk belajar dari awal hingga mencapai titik yang diinginkan. Kami di Ruang Kreasi ingin menjadi wadah yang lebih baik bagi rekan-rekan remaja dan anak-anak di Bali, khususnya di bidang teater,” ungkap Iko.
Ke depan, Iko menargetkan jangkauan kepesertaan PAKSI bisa meluas hingga ke Gianyar, Tabanan, dan kabupaten lainnya di Bali. Pada tahun ini, target ekspansi tersebut tertunda karena padatnya jadwal ekstrakurikuler dan bentroknya kompetisi teater lain di Bali sepanjang bulan Juni hingga Agustus.
Terselenggaranya PAKSI 2026 juga tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah. Iko mengapresiasi kemudahan jalur birokrasi dan fasilitasi dari Bekraf Kota Denpasar serta pengelola DNA. Menurutnya, pemerintah kini semakin peduli terhadap potensi pergerakan komunitas pecinta seni di Pulau Dewata.
Adapun seluruh penampilan memukau dari para pelajar dalam ajang ini dinilai secara ketat oleh dewan juri berkompeten, yakni Rilun Matejo, Tejas Harmanana, Edebago Soko, dan Yongki Sukutra.*** (dre)








