Balihotnews.com | TABANAN – Pasar properti premium di pesisir barat Bali terus menggeliat. Menangkap peluang tersebut, Nuanu Real Estate resmi meluncurkan proyek hunian mewah Luna Residences di kawasan Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (30/6/2026).
Proyek serviced residences hasil kolaborasi strategis dengan 618 Development dan Luna Beach Club ini merangkum 88 unit hunian eksklusif yang terdiri atas tipe studio, suite, hingga penthouse. Harga yang ditawarkan bertengger mulai dari Rp 3,3 miliar per unit.
Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur, mengungkapkan bahwa peluncuran ini merespons meroketnya nilai investasi properti di kawasan strategis seperti Cemagi, Seseh, hingga Nyanyi. Tren pertumbuhan ini diikuti tingginya minat pasar terhadap aset kompak yang terintegrasi langsung dengan layanan hospitality premium.
”Kami melihat pertumbuhan kawasan ini sebagai peluang sekaligus tantangan untuk menghadirkan produk properti yang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan ekosistem yang sudah dibangun di Nuanu,” ujar Reyni dalam acara media gathering di Tabanan.
Proyek premium ini dipasarkan dengan sistem hak sewa (leasehold) selama 60 tahun. Reyni menegaskan, struktur tenor panjang ini telah disusun matang dan sepenuhnya mematuhi regulasi serta aturan hukum properti yang berlaku di Indonesia.
Nuanu Real Estate membidik komposisi pasar yang seimbang antara investor domestik dan mancanegara. Saat ini, ketertarikan pasar didominasi oleh ekspatriat sebesar 60 persen, sementara 30 hingga 40 persen sisanya berasal dari pasar domestik.
”Harapan kami, pangsa pasar ini bisa terbagi seimbang, yaitu 50 persen untuk investor murni (pure investment), dan 50 persen sisanya untuk mereka yang memang mencari tempat tinggal untuk dihuni,” kata Reyni.
Pembangunan unit Luna Residences ditargetkan rampung dan siap diserahterimakan (hand-over) pada kuartal keempat tahun 2028. Untuk menjaga eksklusivitas, penjualan dilakukan bertahap di mana pada tahap awal program Friends and Family, separuh dari 15 unit yang dilepas sudah langsung dipesan oleh calon pembeli.
Integrasi Ekosistem Kreatif dan Layanan AI
Nilai jual utama dari Luna Residences terletak pada posisinya yang berada di dalam ekosistem Nuanu Creative City seluas 44 hektar. Hunian ini terintegrasi langsung dengan destinasi hiburan populer, Luna Beach Club.
CEO Luna Beach Club, James Karl Ephraim, menyebut kehadiran hunian ini menjawab kebutuhan akomodasi para pengunjung setianya yang rata-rata mencapai 900 hingga 1.200 orang per hari. Penghuni nantinya akan mendapatkan akses eksklusif mulai dari room service, layanan kuliner premium, hingga transportasi menuju beach club.
”Banyak tamu kami bertanya di mana mereka bisa menginap jika ingin menikmati akhir pekan di Luna. Kehadiran Luna Residences akan menjawab kebutuhan tersebut dan memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan di kawasan Nuanu,” tutur James.
Tak hanya mewah secara fisik, hunian ini juga mengadopsi teknologi masa depan melalui fitur AI Concierge. CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menjelaskan bahwa asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ini sedang dipersiapkan oleh AI Lab Nuanu untuk memberikan pelayanan personal seperti reservasi fasilitas dan rekomendasi aktivitas bagi penghuni saat proyek rampung di 2028.
Kantongi Dukungan Penuh Pemkab Tabanan
Pengembangan proyek skala besar ini dipastikan berjalan harmonis dengan kebijakan lokal. Pihak manajemen menegaskan koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan telah dilakukan sejak tahap perencanaan awal hingga proses perizinan demi menjamin kepastian hukum bagi para investor.
”Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kami tidak hanya mendapatkan dukungan moral dan formal, tetapi juga kejelasan regulasi yang pasti. Kejelasan inilah yang membuat kami bisa bekerja beriringan secara harmonis,” pungkas Reyni.
Selain berorientasi pada bisnis, proyek ini berkomitmen mendorong dampak ekonomi lokal di Tabanan melalui penciptaan lapangan kerja, pelibatan UMKM, serta penerapan prinsip keberlanjutan menggunakan material ramah lingkungan dan sistem transportasi listrik di dalam kawasan.*** (dre)





