Balihotnews.com | DENPASAR – Rempah-rempah dapur seperti kunyit, jahe, hingga kayu manis selama ini dikenal sebagai bumbu masak.
Namun, siapa sangka jika bahan-bahan sederhana ini ternyata menyimpan manfaat anti-aging yang terbukti secara ilmiah dan telah digunakan turun-temurun dalam bentuk jamu tradisional.
Menurut dr. (Cand.) Inggrid Tania, M.S, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), banyak rempah dapur memiliki kandungan antioksidan tinggi, yang bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, memperbaiki metabolisme, dan membantu sistem tubuh tetap bugar meski usia bertambah.
“Rempah-rempah yang ada di dapur kita seperti kayu manis, cengkih, pala, itu sebenarnya bermanfaat semua sebagai anti-aging dan menambah vitalitas,” ujar dr. Inggrid dalam siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, beberapa waktu lalu.
1. Kunyit
Kunyit kaya akan kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Menurut dr. Inggrid, kunyit juga termasuk herbal adaptogen, yaitu membantu tubuh beradaptasi dengan stres dan perubahan lingkungan.
“Si kunyit ini sangat membantu menangkal radikal bebas karena dia antioksidan, dan karena itu dia juga memiliki sifat sebagai anti-aging,” jelasnya.
Kunyit sering digunakan dalam jamu seperti kunyit asam, yang bisa membantu menjaga energi, melancarkan metabolisme, dan menjaga keseimbangan hormonal.
2. Jahe
Jahe memiliki efek menghangatkan dan memperbaiki sirkulasi darah.
Selain antioksidan, jahe juga membantu sistem pencernaan dan meredakan nyeri.
Dalam bentuk minuman, jahe dapat dikombinasikan dengan kopi atau susu sebagai alternatif sehat tanpa tambahan gula berlebih.
3. Kayu Manis
Rempah satu ini dikenal dengan aroma manis yang khas, tapi juga kaya manfaat.
Kayu manis membantu mengontrol kadar gula darah dan memiliki efek antioksidan kuat.
“Rempah-rempah seperti kayu manis itu bermanfaat semua sebagai anti-aging,” ujar dr. Inggrid.
Kayu manis bisa ditambahkan ke dalam kopi atau teh sebagai pemanis alami yang sehat, sekaligus membantu menjaga metabolisme tetap stabil.
4. Cengkih
Cengkih mengandung senyawa eugenol yang bersifat antiinflamasi dan antiseptik.
Menurut dr. Inggrid, cengkih juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan bisa digunakan dalam racikan jamu maupun minuman sehat harian.
5. Pala
Meski tak sepopuler rempah lainnya dalam jamu, pala memiliki efek relaksasi dan membantu kualitas tidur.
Namun, dr. Inggrid mengingatkan agar tidak mencampur pala ke dalam minuman saat ingin tetap terjaga, karena pala memiliki efek menenangkan.
“Kalau kita lagi pengen melek, jangan campur pala karena pala bikin ngantuk,” katanya.
Cara Aman Mengonsumsinya
Rempah-rempah ini bisa dikonsumsi dalam bentuk jamu tradisional, dicampur dalam minuman, atau diolah sebagai bahan makanan harian.
Namun, dr. Inggrid mengingatkan pentingnya takaran dan cara pengolahan yang tepat.
“Umumnya aman dikonsumsi mulai umur satu tahun sampai lansia, asal takarannya wajar dan bahan yang digunakan segar,” jelasnya.
Mengonsumsi rempah-rempah dapur seperti kunyit, jahe, kayu manis, cengkih, dan pala tak hanya menambah rasa dalam masakan, tapi juga dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang.
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan manfaat adaptogenik, rempah ini mendukung vitalitas dan memperlambat tanda-tanda penuaan dari dalam. (ani)





