Achris Sarwani Resmi Pimpin BI Bali Siap Kawal Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Bali

Foto: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali resmi menggelar upacara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali, Jumat, 22 Mei 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali resmi menggelar upacara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti secara resmi mengukuhkan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang memasuki masa purnabakti di Bank Indonesia.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota, pimpinan instansi vertikal, OPD, perbankan, perguruan tinggi, asosiasi, hingga berbagai pemangku kepentingan di Bali.

Dalam sambutannya, Destry Damayanti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali beserta seluruh mitra kerja yang selama ini mendukung peran strategis Bank Indonesia di Bali. Menurutnya, pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan Bank Indonesia guna memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder.

Berita Terkait:  Bank BPD Bali Jaga Tren Positif Kinerja Keuangan Hingga Triwulan III 2026 Lewat Pemberdayaan UMKM

“Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru merupakan estafet kepemimpinan yang menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan Bank Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi tersebut penting untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan daerah, penguatan UMKM, sistem pembayaran, serta pengelolaan uang rupiah agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Bali dan perekonomian nasional.

Destry juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Bali sepanjang 2025 yang mencapai 5,82 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,48 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian itu sekaligus menempatkan Bali sebagai salah satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Meski demikian, ia menilai Bali masih memiliki ruang besar untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan meningkatkan arus wisatawan. Pengembangan quality tourism dan diversifikasi sektor unggulan seperti pertanian, industri kreatif, serta UMKM dinilai perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi Bali semakin berkelanjutan.

Berita Terkait:  Memahami Konsep Media Promosi Online dan Offline yang Paling Efektif saat Ini, Bisa Meningkatkan Penjualan  

Selain itu, Bank Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga melalui penguatan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran juga disebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan inklusi keuangan.

“Upaya perluasan dan percepatan digitalisasi ekonomi serta sistem pembayaran perlu terus dioptimalkan sebagai game changer untuk meningkatkan produktivitas, inklusi keuangan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Destry Damayanti.

Pemanfaatan pembayaran digital, termasuk QRIS, baik dalam penerimaan maupun belanja daerah juga terus didorong untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat transformasi ekonomi Bali berbasis budaya dan kearifan lokal.

Berita Terkait:  Buat Kamu yang Punya Jiwa Bisnis tapi Maunya Jualan Kalau Lagi Mood, 5 Ide Usaha Ini Cocok untuk Kamu

Menurutnya, Bali harus tetap tumbuh sebagai daerah maju secara ekonomi tanpa meninggalkan identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan di tengah tantangan geopolitik global yang semakin dinamis.

“Kepemimpinan yang visioner, sinergi yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin solid menjadi kunci dalam menavigasi perekonomian di tengah ketidakpastian,” kata Dewa Made Indra.

Dengan kepemimpinan baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (red).

 

Berita Terkini