Dikenal dengan Sebutan Mother Temple of Bali, Berikut Panduan Lengkap Wisata Pura Besakih

Dikenal dengan sebutan Mother Temple of Bali, berikut panduan lengkap wisata Pura Besakih. (balihotnews/dok.traveloka)

Balihotnews.com | KARANGASEM – Tahukah kamu salah satu destinasi wisata sejarah Bali yang memiliki pura terbesar dan tersuci bagi umat Hindu di Indonesia?

Ya, Pura Besakih adalah jawabannya.

Menjulang kokoh di dekat kaki Gunung Agung, pura megah ini menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya untuk mengagumi keunikan dan keindahan arsitekturnya.

Jika tertarik atau berencana berlibur ke Pura Besakih, kamu tidak perlu khawatir lagi karena sudah ada panduan lengkapnya melalui artikel berikut ini.

Penasaran apa saja informasinya? Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini agar liburanmu semakin menyenangkan!

Sejarah, Keunikan, dan Daya Tarik Pura Besakih

Sebelum kamu masuk ke panduan lengkapnya, ada penjelasan mengenai sejarah panjang yang sangat menarik untuk kamu ketahui.

Pura Besakih berada di kawasan lereng Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali, tepatnya di lereng sebelah baratnya.

Pura ini diperkirakan dibangun pada Tahun 1284 oleh Rsi Markandeya bersama pengikutnya setelah bermeditasi dan mendapatkan pencerahan di dataran tinggi Dieng.

Umurnya yang sangat tua ini semakin didukung dengan adanya penemuan peninggalan zaman megalitikum seperti menhir, tahta batu, dan struktur teras piramid.

Jadi, tidak heran jika Pura Besakih dijuluki sebagai “The Mother of Temple” atau ibu dari segala pura karena usianya yang sangat tua.

Berita Terkait:  Perkokoh Ketahanan Budaya, Bupati Satria Bersama Wakil Bupati Tjok Surya Hadiri Rangkaian Karya di Tiga Pura

Kompleks pura yang luas yakni 20 hektar dengan 46 pura besar dan kecil yang terhubung menjadi satu kawasan suci membuat Pura Besakih dikenal sebagai pura terbesarnya umat Hindu di Indonesia.

Bahkan di kawasan Asia Tenggara, Pura Besakih masih merupakan pura Hindu yang terbesar.

Daya tarik utama Pura Besakih adalah arsitektur bangunannya yang sangat indah dan megah disertai dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan.

Setiap bangunan pura dihiasi dengan pahatan batu yang rumit dan penuh dengan ragam hias khas Bali.

Hal ini mencerminkan keagungan dan kemegahan kepercayaan Hindu.

Bagian Kompleks Pura Besakih

Bagian kompleks Pura Besakih mencerminkan konsep Tri Hita Karana karena penataan bangunannya yang mengikut arah mata angin sebagai simbol keseimbangan.

Orang-orang menyebutnya mata angin tersebut dengan julukan Mandala.

Berikut adalah bagian komplek utama dari Pura Besakih:

1. Pura Penataran Agung Besakih 

Terletak di pusat mandala kompleks, pura ini merupakan pura utama dan terbesar di antara pura yang lainnya.

Di sinilah upacara Eka Dasa Rudra yang diselenggarakan setiap 100 tahun sekali.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

2. Pura Gelap 

Terletak di arah timur kompleks, pura ini difungsikan untuk memuja Dewa Iswara sebagai manifestasi penguasaan alam semesta.

3. Pura Kiduling

Berada di area selatan, pura ini dikhususkan untuk memuja Dewa Brahma sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.

4. Pura Ulun Kulkul 

Menghadap ke arah barat, pura ini disucikan untuk memuja Dewa Mahadewa yaitu dewa keluhuran, kemuliaan, dan kepahlawanan.

5. Pura Batumadeg

Terletak di bagian utara kompleks, pura ini didedikasikan untuk memuja Dewa Wisnu sebagai manifestasi pemelihara alam semesta dan segal ciptaan Dewa Brahma.

Lokasi dan Rute ke Pura Besakih

Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Akses terdekat dari Denpasar dapat ditempuh melalui Jalan Bypass Ngurah Rai, menuju ke Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Dari jalan tersebut kamu hanya perlu lurus terus mengikuti jalur.

Kemudian setelah melewati Indomaret Lepang Klk, belok ke kiri hingga menemui perempatan yang memiliki bundara.

Dari bundaran kamu hanya perlu lurus masuk ke Jalan Raya Batu Tabih.

Setelah itu, kamu akan menjumpai bundaran lagi, belok ke kiri dan lanjut ke Jalan Ngurah Rai.

Berita Terkait:  12 Beach Club di Jimbaran: Rekomendasi Destinasi Spot Sunset Menakjubkan Dekat Bandara

Setelah itu, kamu akan melewati Kantor Kecamatan Klungung dan belok ke kiri menuju ke Jalan Gunung Agung Besakih.

Dari sini, kamu hanya perlu mengikuti petunjuk jalan yang menunjuk Pura Besakih dan sampailah di tempat tujuan.

Untuk lamanya perjalanan yang ditempuh dari Denpasar kurang lebih sekitar 1 setengah jam dengan jarak tempuh 53 km.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, kamu dapat mengambil jalur tol Mandara menuju Klungkung, lalu mengikuti petunjuk arah Desa Besakih.

Perjalanan akan melalui jalan berkelok namun pemandangan sawah dan pegunungan akan membuat perjalanan semakin menyenangkan.

Harga Tiket, Fasilitas, dan Jam Operasional

Per Maret 2024. harga tiket masuk Pura Besakih untuk wisatawan domestik adalah sebesar Rp50.000/orang dan Rp90.000 untuk wisatawan mancanegara.

Untuk pengunjung anak-anak di bawah 6 tahun tidak perlu membayar tiket masuk.

Untuk fasilitasnya juga cukup lengkap, yaitu tersedia toilet, tempat parkir, area kuliner, hingga pusat oleh-oleh.

Pura Besakih buka setiap hari dari pukul 07.00 – 18.00 WITA, kecuali jika ada upacara keagamaan tertentu yang mengharuskan penutupan sementara. (ani)

 

 

Berita Terkini