Wayan Sudirta Kecam Keras Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Sebut Teror Biadab atas Wajah Demokrasi Indonesia

Foto: Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar tindak pidana penganiayaan, tetapi bentuk teror serius terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Wayan Sudirta menilai serangan terhadap aktivis hak asasi manusia merupakan ancaman langsung terhadap ruang demokrasi dan keamanan masyarakat.

“Setiap tetes air keras yang melukai tubuh Andrie Yunus adalah serangan langsung terhadap jantung demokrasi kita. Ini adalah tindakan pengecut yang sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan prinsip luhur Pancasila. Jika seorang pejuang hak asasi manusia bisa dibungkam dengan cara-cara primitif di ruang publik, maka sejatinya rasa aman seluruh rakyat Indonesia sedang dipertaruhkan,” tegas Wayan Sudirta.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Wayan Sudirta juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadikan kasus ini sebagai perhatian serius dan ditangani secara transparan serta akuntabel. Menurutnya, publik saat ini menaruh perhatian besar terhadap profesionalitas aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut.

“Saya meminta dengan sangat agar Polri bergerak melampaui sekadar menangkap pelaku lapangan. Jangan biarkan kasus ini selesai hanya dengan menangkap ‘tangan kanan’, sementara ‘otak’ di baliknya tetap bebas berkeliaran. Kita harus berani mengungkap siapa aktor intelektual dan beking yang merasa memiliki imunitas hukum untuk merancang serangan sesadis ini. Hukum di republik ini tidak boleh tunduk pada kekuatan gelap manapun!,” seru Wayan Sudirta.

Lebih lanjut, Wayan Sudirta mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk ikut mengawal proses penegakan hukum dalam kasus ini. Ia menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi ujian bagi komitmen Indonesia sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan.

Berita Terkait:  Harapan kepada Kapolri Baru: Teladani Hoegeng, Lindungi Rakyat

“Mari kita kawal bersama. Kita tidak butuh sekadar kata-kata prihatin, yang kita butuhkan adalah keadilan yang nyata dan transparan. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme bertopeng kepentingan. Bongkar dalangnya, seret ke pengadilan, dan tunjukkan bahwa kebenaran tidak akan pernah bisa dilarutkan oleh air keras!” pungkasnya menutup pernyataan. (red).

 

Berita Terkini