Ops Ketupat Agung 2026 di Bali: Polda Bali Amankan Melasti dan Arus Mudik Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Foto: Personel Subsatgas SAR Operasi Ketupat Agung-2026 melakukan pengamanan sekaligus pelayanan, saat masyarakat melaksanakan upacara Melasti di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu, 15 Maret 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 di Bali memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain di Indonesia. Hal ini karena masyarakat Bali sedang bersiap menyambut dua perayaan besar yang waktunya berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Situasi tersebut membuat jajaran kepolisian harus bekerja lebih maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik Lebaran, tetapi juga pada kegiatan keagamaan umat Hindu di Bali.

Salah satu bentuk pelayanan terlihat, saat personel Subsatgas SAR Operasi Ketupat Agung-2026 melakukan pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat yang melaksanakan upacara Melasti di Pantai Padang Galak, Denpasar, Minggu, 15 Maret 2026.

Berita Terkait:  ​Ditahan dan Sulit Lapor Polisi, Kuasa Hukum I Made Daging Seret Penyidik ke Propam Bali

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 personel dari unsur Brimob, Samapta, dan Polairud diterjunkan untuk memantau situasi di lokasi. Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat terkait keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Upacara Melasti di kawasan pantai itu diikuti sekitar 500 umat Hindu yang berasal dari beberapa desa, di antaranya Desa Abiansemal, Desa Peguyangan, dan Desa Bongkasa. Kehadiran umat yang cukup banyak membuat aktivitas di kawasan tersebut meningkat.
Kondisi tersebut semakin terasa karena pada waktu yang sama aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Fitri juga mulai meningkat. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau cukup padat.

Berita Terkait:  Kejanggalan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Diungkap di Sidang, Polda: Kita Jawab Besok

Melihat situasi tersebut, personel kepolisian di lapangan tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati. Petugas mengimbau agar masyarakat menjaga barang bawaan serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat di area pantai, personel Polda Bali juga melakukan koordinasi dengan petugas penjaga pantai. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi insiden di perairan, seperti masyarakat yang terseret arus atau mengalami kondisi berbahaya.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan bahwa Polda Bali berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang sedang menjalankan kegiatan keagamaan maupun perjalanan mudik.

“Situasi di Bali memang cukup unik karena dalam waktu yang hampir bersamaan masyarakat merayakan dua hari besar keagamaan, yaitu Nyepi dan Idul Fitri. Oleh karena itu, melalui Operasi Ketupat Agung-2026 kami memastikan seluruh personel hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, baik bagi umat yang melaksanakan rangkaian upacara keagamaan maupun masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.

Berita Terkait:  BBM Langka Bikin Warga Antre Berjam-jam, GMNI Sentil Pertamina

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhatikan kondisi cuaca dan situasi di sekitar lokasi kegiatan.

“Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, kami berharap seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di Bali dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian,” tutup Kabid Humas Polda Bali. (red).

Berita Terkini