Balihotnews.com | DENPASAR – Pernahkah Anda menginap di hotel berbintang dan bertanya-tanya, mengapa kamar mandinya tidak menggunakan bak mandi dan gayung seperti di rumah-rumah Indonesia?
Praktisi properti sekaligus Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menjelaskan bahwa desain kamar mandi hotel umumnya mengikuti standar internasional yang telah ditetapkan dalam industri perhotelan.
“Ini masalah tentang standar hotel berbintang yang diatur sesuai dengan standar internasional,” katanya.
Sementara mandi dengan bak dan menggunakan gayung adalah tradisi lokal yang merupakan kearifan lokal untuk menghemat penggunaan air.
Menurut Bambang, mandi dengan air yang ditampung di bak dan menggunakan gayung memungkinkan seseorang untuk menggunakan air secukupnya.
Hal ini berbeda dengan penggunaan shower, di mana air akan terus mengalir selama proses mandi.
“Kalau mandi dengan shower, air akan terus mengucur. Pasti bisa tiga sampai empat kali lebih banyak dari cara mandi ala Indonesia,” ujarnya.
Higienitas dan Kenyamanan
Meski boros air, penggunaan shower di hotel berbintang tetap dianggap lebih sesuai dengan standar kebersihan dan kenyamanan yang berlaku secara internasional.
“Air yang mengalir tentu jauh lebih bersih daripada air yang ditampung di bak. Air di dalam bak bisa terkontaminasi, bahkan menjadi sarang kembang biak nyamuk,” jelas Bambang.
Tak hanya lebih higienis, mandi dengan shower juga memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu.
“Air dari shower memberikan efek pemijatan karena tekanan air saat mandi,” tambahnya.
Berlaku Juga untuk Jenis Kloset
Bambang menambahkan bahwa standar internasional dalam desain kamar mandi hotel tidak hanya berlaku pada penggunaan shower, tetapi juga pada jenis kloset yang digunakan.
“Hal yang sama juga berlaku untuk kloset duduk,” katanya.
Kloset duduk dianggap lebih nyaman dan higienis untuk digunakan oleh tamu dari berbagai negara yang menginap di hotel berbintang.
Kamar Mandi Terletak Dekat Pintu Masuk
Salah satu ciri khas dari kamar hotel berbintang adalah tata letak kamar mandi yang berada di dekat pintu masuk.
Penempatan ini berbeda dari rumah tinggal pada umumnya, di mana kamar mandi biasanya terletak di bagian belakang rumah.
“Letaknya di dekat pintu karena agar saat facing (menghadap) ke luar itu maksimal. Misalnya untuk melihat view atau pemandangan dari jendela. Tak hanya itu, pencahayaan juga jadi merata,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, jika kamar mandi diletakkan jauh dari pintu masuk, ruang kamar akan terasa lebih sempit.
Selain itu, kamar mandi merupakan area basah sehingga sebaiknya dipisahkan dari area tempat tidur agar tidak terjadi rembesan air yang dapat mengganggu kenyamanan tamu, terutama jika terjadi kerusakan pada saluran air.
Keuntungan lainnya adalah kemudahan akses saat pertama kali masuk ke kamar hotel.
Tamu dapat langsung menggunakan kamar mandi untuk mencuci tangan, kaki, atau keperluan kebersihan lainnya.
Efisiensi Sistem Kelistrikan
Menurut Bambang, kesamaan posisi kamar mandi di setiap unit kamar hotel juga bertujuan untuk efisiensi sistem kelistrikan dan utilitas perpipaan.
“Jadi secara mechanical electric serta utilitas perpipaannya itu lebih efisien. Misalnya jalur pipa itu kan jadi bisa tembus dari lantai dasar hingga ke lantai atas,” katanya.
Dengan demikian, apabila terjadi kerusakan, proses perawatan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif.
Tidak Sesuai Kaidah Fengshui
Meski memiliki berbagai keunggulan dari sisi desain dan fungsi ruang, Bambang mengakui bahwa penempatan kamar mandi di dekat pintu tidak sesuai dengan prinsip fengshui.
Namun, ia menekankan bahwa penerapan fengshui pada hotel tentu berbeda dengan rumah tinggal.
Dalam perspektif fengshui, menempatkan toilet di bagian depan rumah sebelum pintu masuk menuju ruang tamu dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Hal ini disebabkan oleh suara air, bau yang tidak sedap, serta ventilasi toilet yang umumnya menghadap ke bagian dalam. (ani)





