Sowan ke Puri Peguyangan, Kapolresta Denpasar: Desa Adat Garda Terdepan Keamanan

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang bersama jajaran saat menyambangi Puri Peguyangan Denpasar, Selasa (17/2/2026). (Balihotnews/red)
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang bersama jajaran saat menyambangi Puri Peguyangan Denpasar, Selasa (17/2/2026). (Balihotnews/red)

​Balihotnews.com | DENPASAR – Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, melakukan langkah strategis di awal masa jabatannya. Ia menyambangi Puri Peguyangan, Denpasar Utara, pada Selasa (17/2/2026), guna merangkul tokoh adat sebagai mitra utama kepolisian.

​Dalam lawatan perdananya ini, Mantan Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasum Polri tersebut menegaskan peran vital desa adat. Menurutnya, desa adat adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata.

​Ia memastikan, pendekatan humanis dan komunikasi intensif dengan tokoh adat akan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya di Denpasar.

​”Kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga menjaga harmoni sosial dan mendukung pelestarian budaya,” tegas lulusan Akpol 1997 tersebut.

Berita Terkait:  BRIDA Klungkung Umumkan Pemenang Sayembara Cipta Hymne dan Mars Klungkung Mahottama

​Kombes Leonardo menyadari, sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar memiliki dinamika sosial yang kompleks. Karena itu, koordinasi kuat antara aparat keamanan, tokoh adat, dan elemen masyarakat mutlak diperlukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

​​Kedatangan Kapolresta yang didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar disambut langsung oleh Penglingsir Puri Peguyangan, AA. Ngurah Gede Widiada, bersama keluarga besar puri dan tokoh desa adat setempat.

​Suasana penyambutan berlangsung hangat, mencerminkan eratnya hubungan institusi Polri dengan struktur sosial adat Bali.

​Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari satu jam, kedua belah pihak membahas sejumlah isu krusial. Fokus utama adalah situasi Kamtibmas di wilayah Peguyangan serta skema pengamanan kegiatan adat dan keagamaan yang melibatkan massa besar.

Berita Terkait:  Kuta Selatan Mati Air Sepekan, BEM Unud Sentil Janji Politik Bupati Badung Adi Arnawa

​Penglingsir Puri Peguyangan, AA. Ngurah Gede Widiada, mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Kapolresta. Ia menilai kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap eksistensi lembaga adat.

​”Kami menyambut baik silaturahmi ini. Sinergi kepolisian dan desa adat sangat penting untuk menjaga ketertiban, khususnya saat upacara adat,” ungkap tokoh senior Denpasar tersebut.

​Komitmen Jaga Generasi Muda

​Tak hanya soal keamanan wilayah, pertemuan tersebut juga menyepakati kolaborasi pembinaan generasi muda. Hal ini bertujuan membentengi pemuda dari pengaruh negatif dan kriminalitas. Pihak puri menegaskan kesiapannya mendukung penuh program kepolisian.

​Salah satu tokoh senior pecalang Desa Peguyangan, Agung Lombok, yang turut hadir menyebut bahwa hubungan Puri dan kepolisian memiliki sejarah panjang.

Berita Terkait:  Kanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang Perpajakan

​”Sinergi Puri dan kepolisian sudah terjalin erat dan tetap terjaga sejak dahulu hingga kini,” tuturnya.

​Kunjungan diakhiri dengan penyerahan “Sarana Kontak” sebagai simbol komitmen bersama menjaga Denpasar tetap aman, tertib, dan harmonis. *** (dre/red)

Berita Terkini